Tugas Akhir
Pemanfaatan pasir aliran sungai Brantas di Desa Jeli Kabupaten Tulungagung sebagai lapisan tipis aspal pasir kelas B untuk perkerasan jalan di tinjau dari parameter marshall / Muhammad Fauzi Setiyawan
Abstrak
ABSTRAK Setiyawan Muhammad Fauzi. 2016. Pemanfaatan Pasir Aliran Sungai Brantas di Desa Jeli Kabupaten Tulungagung Sebagai Lapisan Tipis Aspal Pasir Kelas B untuk Perkerasan Jalan di Tinjau dari Parameter Marshall. Tugas Akhir Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Boedi Rahardjo M.Pd. M.T Kata kunci latasir b Sungai Brantas marshall test Pasir adalah material utama perkerasan lentur Latasir dan Sungai Brantas membawa material dari dua gunung aktif sehingga memiliki tingkat sedimentasi yang tinggi penguji ingin mengetahui karakteristik dan kualitas dari pasir Sungai Brantas sebagai agregat ataupun filler yang digunakan untuk perkerasan lentur khusunya Latasir kelas B. Dalam pengujian mengenai penggunaanpasir dari aliran Sungai Brantas Desa Jeli Kabupaten Tulungagung ini betujuan untuk mengetahuikarakteristik pasir dari aliran Sungai Brantas Desa Jeli Kabupaten Tulungagung untuk Latasir kelas B dan mengetahui pengaruh penggunaan pasir dari aliran Sungai Brantas Desa Jeli Kabupaten Tulungagung yang digunakan sebagai Latasir kelas B ditinjau dari parameter Marshall. Pengujian dilakukan dengan menggunakan beberapa variasi kadar aspal (4 5% 5% 5 5% 6% 6 5% 7% dan 7.5%) sehingga mendapatkan kadar aspal optimum campuran latasir B.Pada Pemeriksaan agregat kasar untuk berat jenis bulk 2.73 gr/cm3 berat jenis SSD 2.76 gr/cm3 berat jenis semu 2.81 gr/cm3 penyerapan 1.02% dan pemeriksaan los angels abrasion test yang teraus sebesar35.74%. Sedangkan pada agregat halus diperoleh berat jenis bulk 2.61 gr/cm3 berat jenis SSD 2.62 gr/cm3 berat jenis semu 2.63 gr/cm3 dan penyerapan 0.27%. Kadar aspal optimum sebesar 7% stabilitasterus naik mulai kadar aspal 4.5% sampai 6.5% kemudian turun sampai kadar aspal 7.5% nilai Flow yang lolos spesifikasi minimum latasir dimulai dengan kadar aspal 6.5% nilai Marshall Qoutient semakin turun mulai kadar aspal 4.5% sampai dengan 7.5% nilai VIM untuk kadar aspal 4.5% sampai dengan 7.5% tidak ada yang memenuhi spesifikasi minimum dan maksimum nilai VMA semakin naik mulai kadar aspal 4.5% sampai dengan 7.5% nilai VFA semakin naik untuk penambahan kadar aspal 4.5% sampai dengan 7.5%.