Tugas Akhir
Penerapan strategi pengendalian kualitas gula kristal putih guna meningkatkan harga jual pada pabrik gula Kedawoeng Pasuruan / Dwi Kumala
Abstrak
ABSTRAK Kumala Dwi. 2016. Penerapan Strategi Pengendalian Kualitas Gula Kristal Putih Guna Meningkatkan Harga Jual pada Pabrik Gula Kedawoeng Pasuruan. Tugas Akhir Prodi D3 Manajemen Pemasaran Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Afwan Hariri Agus Prohimi S.E. M.Si. Kata Kunci Strategi Pengendalian Kualitas Pabrik Gula Kedawoeng Pasuruan Era globalisasi ini persaingan antar produsen yang satu dengan produsen yang lainnya sangatlah ketat. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya pendatang baru yang ikut meramaikan persaingan diantara produsen yang menghasilkan output produk yang sama. Apalagi produsen tersebut menghasilkan produk yang bersifat primer terhadap kebutuhan konsumen. Pastinya konsumen akan lebih selektif dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Perusahaan dituntut dapat menghasilkan produk dengan kualitas bagus agar dapat menikmati keuntungan pasar (pangsa pasar dan keunggulan harga lebih tinggi) dan juga penghematan biaya (biaya operasional dan biaya pelayanan lebih rendah) yang pada akhirnya membawa laba lebih besar bagi perusahaan tersebut.Pada Industri besar khususnya industri gula perlu melakukan berbagai strategi-strategi yang tepat guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi sehingga menjadi industri yang kompetitif agar bisa bersaing di dalam pasar dan bisa berjalan sejajar atau bahkan berjalan selangkah lebih majudengan industri pemimpin pasar. Penulisan Tugas Akhir ini penulis melakukan penelitian di PG Kedawung dengan fokus utama tentang pengendalian kualitas gula kristal putih yang diterapkan di PG Kedawung yang nantinya akan meningkatkan harga jual produk. Berdasarkan analisis data tersebut diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama Strategi pengendalian kualitas yang dilakukan PG Kedawoeng yaitu mengawasi bahan baku sejak penanaman penebangan diangkut hingga sampai ke halaman pabrik dan siap untuk diproses (on farm). Selanjutnya mengawasi jalannya proses produksi agar sesuai dengan SOP dan hasil yang diinginkan (off farm). Kedua Masalah yang dihadapi PG Kedawoeng yaitu masih banyaknya pihak-pihak yang tidak mematuhi SOP bahan baku (tebu) yaitu bersih dan masalah lain yaitu dalam proses kristalisasi masih sering terjadi proses pengkristalan gula yang tidak sempurna sehingga menghasilkan gula yang kurang berkualitas. Ketiga Pemecahan masalah yang diambil PG Kedawoeng yaitu telah melakukan kegiatan pengawasan yang cukup ketat baik pada saat dilakukan penebangan tebu (on farm) maupun kegiatan produksi di dalam pabrik (off farm). Pemberian sanksi yang tegas bagi karyawan yang melanggar prosedur yang ada.