Skripsi
Identifikasi miskonsepsi siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Blitar pada materi kesetimbangan kimia menggunakan tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat / Citra Arum Sari
Abstrak
ABSTRAK Arum Sari Citra. 2016. Identifikasi Miskonsepsi Siswa Kelas XI SMA Negeri Di Kabupaten Blitar Pada Materi Kesetimbangan Kimia Menggunakan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs Prayitno M.Pd (II) Dr Fauziatul Fajaroh M.S. Kata Kunci miskonsepsi kesetimbangan kimia instrumen diagnostik two-tier Ilmu kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam yang memiliki karakteristik bersifat abstrak dan kompleks sehingga menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep kimia. Beberapa siswa bahkan guru mengalami kesulitan dalam menghubungkan ketiga representasi yang menggambarkan konsep kimia yaitu representasi makroskopik mikroskopik dan simbolik. Kesulitan-kesulitan dalam memahami konsep kimia mengakibatkan siswa memiliki pemahaman yang berbeda dengan sudut pandang ilmiah atau disebut miskonsepsi. Salah satu materi kimia yang dianggap sukar oleh siswa adalah materi kesetimbangan kimia. Beberapa penelitian mengenai miskonsepsi pada materi kesetimbangan kimia yaitu Al-Balushi (2003 Ozmen (2008) Sendur (2010) dan Akkus (2011). Hasil dari beberapa penelitian tersebut menunjukan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi kesetimbangan kimia. Salah satu instrumen yang efektif untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada siswa adalah instrumen diagnostik pilihan ganda dua tingkat. Berdasarkan uraian tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) jenis konsep pada materi kesetimbangan kimia yang mengalami miskonsepsi dan 2) persentase siswa yang mengalami miskonsepsi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptif dengan populasi penelitiannya adalah seluruh siswa kelas XI di enam SMA Negeri di Kabupaten Blitar. Teknik sampling kelas yang digunakan adalah Cluster random sampling dengan jumlah sampel 210 siswa. Instrumen soal yang digunakan berjumlah 30 butir soal dengan 3 alternatif jawaban disertai 4 alasan yang memiliki nilai reliabilitas sebesar 0 78. Ada 2 Langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitian ini yaitu 1) penysunan instrumen diagnostik pilihan ganda dua tingkat dan 2) penggunaan instrumen untuk menentukan jenis dan jumlah miskonsepsi. Hasil tes diagnostik dan wawancara dianalisis secara deskriptif. Selain itu miskonsepsi ditentukan dari kekonsistenan jawaban salah siswa pada soal sejenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam subtopik materi kesetimbangan ditemukan miskonsepsi diantaranya 1) laju reaksi ke kanan lebih besar dari pada laju reaksi ke kiri pada saat setimbang (25% dari siswa) 2) tetapan kesetimbangan merupakan hasil bagi konsentrasi produk dan reaktan berlaku untuk semua fasa kesetimbangan (20% dari siswa) 3) pada suhu konstan perubahan konsentrasi mempengaruhi konstanta kesetimbangan (35% dari siswa) 4) penambahan katalis menyebabkan laju ke kanan lebih cepat daripada laju reaksi ke kiri (45% dari siswa).