Tugas Akhir
Penerapan strategi saluran distribusi gula pada pabrik gula Kedawoeng Pasuruan / Ragil Suryanto Putri
Abstrak
ABSTRAK Putri Ragil Suryanto. 2016. Penerapan Strategi Saluran Distribusi Gula pada Pabrik Gula Kedawoeng Pasuruan. Tugas Akhir Prodi D3 Manajemen Pemasaran Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Afwan Hariri Agus Prohimi SE M.Si. Kata Kunci Strategi Saluran Distribusi Pabrik Gula Kedawoeng Pasuruan Saluran distribusi merupakan perantara untuk memindahkan produk atau jasa dari produsen ke konsumen. Ada dua jenis saluran distribusi yaitu saluran distribusi langsung dan saluran distribusi tidak langsung. Tingkatan-tingkatan dalam saluran distribusi berdasarkan jumlah perantara di dalamnya yaitu Zero-level Channel menunjukkan bahwa pemasar tidak menggunakan perantara dalam memasarkan produknya (disebut juga direct-marketing channel). One-level Channel menunjukkan pemasar menggunakan satu tipe perantara sedangkan Two-level Channel berarti memakai dua tipe perantara dan seterusnya. Saluran distribusi yang digunakan pabrik gula ialah saluran langsung yaitu langsung kepada konsumennya. Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan di Pabrik Gula Kedawoeng Pasuruan yang tepatnya berada di Desa Kedawung Kulon Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.Penerapan strategi saluran distribusi produk gula pasir pada Pabrik Gula Kedawoeng adalah menggunakan saluran distribusi langsung yaitu Pabrik Gula Kedawoeng menjual langsung produk gulanya melalui lelang yang dilaksanakan di kantor Direksi dan juga melayani penjualan ritel berdasarkan persetujuan dari kantor Direksi. Masalah yang dihadapi Pabrik Gula Kedawoeng dalam mendistribusikan gula ada dua macam antara lain pedagang besar tidak segera mengambil gula yang ada di gudang Pabrik Gula Kedawoeng. Yang kedua adalah faktor cuaca yang kurang baik dan juga keadaan kondisi jalan yang tidak menentu. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi Pabrik Gula Kedawoeng memiliki kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut antara lain pedagang besar dikenakan biaya sewa gudang sesuai dengan tarif yang ditetapkan dan untuk mengantisipasi keadaan jalan yang tidak menentu dan juga faktor cuaca yang tidak bisa diprediksi seharusnya pedagang besar berangkat lebih awal.