Skripsi
Analisis thermogravimetric dekomposisi pembakaran mikroalga spirulina platensis dan sekam padi (rice husk) / Deby Yangin Drajat
Abstrak
ABSTRAK Drajat Deby Yangin.2015 Analisis Thermogravimetric Dekomposisi Pembakaran Mikroalga Spirulina platensis dan Sekam Padi (Rice Husk)Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sukarni S.T. M.T.(II) Rr. Poppy Puspitasari S.Pd. M.T. Ph.D. Kata Kunci Mikrolaga Spirulina platensis Sekam Padi Analisis thermogravimetric dekomposisi pembakaran potensi biomassa Permasalahan mengenai menipisnya ketersediaan energi tak terbarukan menjadi permasalahan besar hampir di seluruh belahan dunia. Semua berawal dari ketergantungan manusia terhadap bahan bakar fosil. Letak Indonesia yang berada pada garis khatulistiwa memungkinkan pembudidayaan mikroalga sebagai bahan bakar terbarukan. Per tahun Indonesia menghasilkan limbah sekam padi yang dihasilkan sebanyak 8 2 sampai 10 9 ton. Analisis Thermogravimetric (TGA) adalah salah satu teknik analisis termal yang digunakan untuk mengukur jumlah dan laju (kecepatan) perubahan massa sebuah sampel sebagai fungsi temperatur atau waktu dalam suasana yang dikendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik kandungan kimia dan dekomposisi pembakaran campuran mikroalga Spirulina platensisdan sekam padi sebagai bahan bakar biomassa terbarukan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental eksploratif. Metode tersebut merupakan metode yang mengidentifikasi sifat mendasar terlebih dahulu pada material yang diteliti. Sifat-sifat tersebut memerlukan pengujian untuk mendapatkan data dan info tema penelitian yang akan dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian kandungan kimia dari Spirulina platensis didominasi unsur C sebesar 43 55 3 5 wt% dan kandungan kimia sekam padi didominasi unsur O sebesar 35 16 5 24 wt%. Foto SEM (Scanning Electron Microscopy) pada mikroalga Spirulina platensis perbesaran 10.000 X menunjukan morfologi partikel yang tidak homogen partikel yang kasar (bulk) serta tidak berongga (porous). Kemudian untuk hasil SEM sekam padi pada perbesaran 4.000 X menunjukan morfologi sekam padi yang berongga (porous) serta hampir halus bertekstur permukaannya pada perbesaran 1.000 X. Nilai kalor yang dihasilkan Spirulina platensis sebesar 16 56 0 08 MJ/kg melebihi 9 jenis batubara yang rata-rata melebihi batubara jenis lignite. Sedangkan nilai kalor sekam padi sebesar 13 53 0 09 MJ/kg lebih banyak dari 8 jenis batubara dan rata rata juga melebihi batu bara jenis lignite. Pada proses dekomposisi pembakaran 4 variasi spesimen terjadi 4 tahap. Pada spesimen dengan variasi rice husk 75% dan Spirulina platensis 25% memiliki volatile matters / dekomposisi pembakaran terbesar dengan penurunan massa sebesar 4 09 mg. Potensi Sekam Padi dan Mikroalga Spirulina platensis layak untuk dijadikan bahan bakar. Fenomena dekomposisi pembakaran tersebut dapat dirancangnya sebuah dapur pembakaran dengan jumlah oksigen kontrol kontrol suhu untuk dapur yang terukur.