Skripsi
Pengaruh metode multisensori berbasis Orton-Gillingham terhadap kemampuan membaca permulaan anak disleksia kelas 1 di SDN Insklusi Ketawanggede kota Malang / Fidayatul Kasanah
Abstrak
ABSTRAK Kasanah Fidayatul. 2016. Pengaruh Metode Multisensori Berbasis Orton-Gillingham Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disleksia Kelas 1 di SDN Inklusi Ketawanggede Kota Malang.Skripsi JurusanPendidikanLuarBiasa FakultasIlmuPendidikan UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Abdul Huda M.Pd (II) Henry Praherdiono S.Si M.Pd. Kata kunci Metodemultisensoriberbasis Orton Gillingham membacapermulaan disleksiakelas 1 Disleksiamerupakankelainandengandasarkelainan neurobiologist danditandaidengankesulitandalammengenali kata dengantepatatauakuratdalampengejaandandalamkemampuanmengkode symbol. Hal tersebutterjadikarenakekurangandalammodalitasmemori visual danauditoris kekurangandalammemorijangkapendekdanjangkapanjangsertamemilikimasalahdalamingatan. Metode Multisensory berbasis Orton-Gillinghamadalahmetodemembacauntukanakdisleksia yang melibatkanmodalitas visual auditori dankinestetik (gerakan) dantaktil yang mempelajarimembacadari unit terkecilhuruf. Tujuanpenelitianiniuntukmendeskripsikan(1) kemampuanmembacapermulaansiswadisleksiakelas 1 sebelumditerapkanmetodemultisensoriberbasis Orton-Gillingham (2) kemampuanmembacapermulaansiswadisleksiakelas 1 setelahditerapkanmetodemultisensoriberbasis Orton-Gillingham (3) pengaruhmetodemultisensoriberbasis Orton-Gillinghamterhadapkemampuanmembacapermulaansiswadisleksiakelas 1. Metodepenelitian yang digunakandalampenelitianiniadalahmetodeeksperimendenganmenggunakanSingle Subject Reasearch (SSR)dengan model A-B-A. Subjekpenelitianadalahsatusiswadisleksia yang berusia 8 tahunkelas 1 di SDN InklusiKetawanggede Kota Malang. Instrumen yang digunakan adalah tes. Tes yang digunakan adalah tes membaca lisan untuk mengukur kemampuan membaca permulaan anak disleksia. Analisis data yang digunakanadalahanalisisdalamkondisidananalisisantarkondisi. Hasilpenelitianmenunjukkansebelumdiberikanintervensikemampuanmembacapermulaantermasukdalamkategorirendah yang memilikimean level sebesar 40% sedangkansesudahdiberikanintervensimemiliki mean level sebesar 65 88% danpadakondisikontrolmemiliki mean level 64 7%. Persentaseoverlapemenunjukkan 0% yang artinyametodemultisensoriberbasis Orton-Gillinghamberpengaruhpositifterhadapkemampuanmembacapermulaananakdisleksiakelas 1 di SDN InklusiKetawanggede Kota Malang. Kesimpulanpenelitianmenunjukkanbahwa (1) kemampuanmembacapermulaansiswaberadapadakategorirendahsebelumditerapkanmetodemultisensoriberbasis Orton-Gillingham (2) kemampuanmembacapermulaansiswamengalamipeningkatanketikaditerapkanmetodemultisensoriberbasis Orton-Gillingham (3) kemampuanmembacapermulaansiswatetapstabildanmeningkatsetelahditerapkanmetode multisensory berbasis Orton-Gillingham (4) metode multisensory berbasis Orton-gillinghamberpengaruhpositifterhadapkemampuanmembacapermulaansiswadisleksiakelas 1. Saran untuk guru diharapkanbisamemilihmetode yang tepatdalammengajarkanmembacapermulaankepadasiswadisleksiadenganmendayagunakanseluruhindera yang ada. Metodemultisensoriberbasis Orton-Gillinghamdapatditerapkanuntukmembantusiswadalammeningkatkankemampuanmembacapermulaandi SDN InklusiKetawanggede Kota Malang. Saran untukpenelitiselanjutnyadapatmengembangkanpenelitian yang samadengansubjek yang berbedauntukmemperluaspengetahuan.