Skripsi
Peran keluarga dalam perkembangan kemampuan berbicara anak usia 4 sampai 5 tahun di Kabupaten Malang / Navia Quinila I.
Abstrak
ABSTRAK Ilmitza Navia Quinila. 2016. Peran Keluarga Dalam Perkembangan Kemampuan Berbicara Anak Usia 4 Sampai 5 Tahun di Kabupaten Malang. Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Tumardi S.Pd M.Pd. (II) Wuri Astuti S.Pd. Kata Kunci Peran Keluarga Perkembangan Kemampuan Berbicara Anak. Kemampuan berbicara anak merupakan aspek pribadi yang harus dikembangkan secara optimal. Hasil observasi di lapangan (TK) menunjukkan bahwa ada anak yang memiliki kemampuan berbicara sudah baik cukup baik dan kurang baik. Terdapat anak ketika sedang berbicara dengan kalimat pendek yang seharusnya memerlukan kelengkapan pada berkalimat atau dengan kalimat panjang yang seharusnya memerlukan kebermaknaan pada kalimat. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan keragaman kemampuan berbicara anak. Keberagaman kemampuan berbicara anak diduga dipengaruhi peran keluarga dan baik faktor internal maupun faktor eksternal sehingga mendapatkan faktor yang benar-benar berpengaruh terhadap kemampuan berbicara anak. Desain penelitian ekspo fakto dengan jenis penelitian studi kasus yang dianalisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan prosedur observasi dan wawancara. Data penelitian yaitu guru orang tua dan anak. Sumber data penelitian ini adalah 9 dari orang tua anak dan 9 anak dengan kemampuan berbicara yang berbeda-beda. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan trianggulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran anggota keluarga yaitu orang tua sebagai manajer inisiator sosial dan pengarah menentukan tingkat perkembangan kemampuan berbicara. Peran keluarga ditunjukkan melalui pembiasaan kesempatan anak untuk berbicara tentang suatu informasi dan memberikan perhatian dan dorongan dengan mengajak berbicara kepada anak ketika tentang pengalaman-pengalaman yang dialaminya. Keberagaman kemampuan berbicara anak tampak pada kebermaknaan kelengkapan dan keterurutan kata dalam berkalimat saat menyampaikan informasi atau keterangan. Disamping itu adalah ekspresi intonasi dan gerakan ketika menyampaikan kejadian atau pengalaman secara sederhana. Kesimpulan bahwa ada perbedaan kemampuan berbicara setiap anak. Hal ini disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Ada temuan menarik yaitu tampaknya sebagian saja yang sesuai dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berbicara. Faktor-faktor tersebut yaitu keinginan berkomunikasi perbedaan kepribadian dan ukuran keluarga anak. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk menyempurnakan jumlah sampel dan melakukan kerjasama dengan lembaga dinas kesehatan dan ahli psikologi anak.