Skripsi
Penerapan model pembelajaran role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar melaksanakan prosedur K3 (studi pada siswa program keahlian perkantoran kelas XI di SMK Cendika Bangsa) / Fajar Sri Maheni
Abstrak
ABSTRAK Maheni Fajar Sri. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Role Playing UntukMeningkatkanHasilBelajarSiswaPadaKompetensiDasarMelaksanakanProsedur K3 (StudiPadaSiswa Program KeahlianPerkantoranKelas XI Di SmkCendikaBangsaKepanjen). Skripsi. JurusanManajemen Program Studi S1 PendidikanAdministrasiPerkantoran. FakultasEkonomi. UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) Dr. WahjuWibowo A.Md S.E. M.Si (2) Drs. Mohammad Hari M.Si Kata kunci Role Playingdanhasilbelajar. Model pembelajaran Role Playing merupakansalahsatu model pembelajaran yang diterapkan di kelasdenganharapandapatmeningkatkanhasilbelajarsiswa di kelas. Dalampembelajaraninisiswadapatberperanaktifdandapatmengetahuisecaralangsungbagaimanaaplikasidaristandarkompetensikeselamatan kesehatankerjadanlingkunganhidup (K3LH). Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanpenerapanpembelajaran model Role Playinguntukmeningkatkanhasilbelajarsiswapadastandarkompetensikeselamatan kesehatankerjadanlingkunganhidup (K3LH). Ada duahal yang dideskripsikandalampenelitianiniyaitu 1) penerapan model pembelajaranRole Playing 2) hasilbelajarsiswa. PenelitianinimenggunakanPenelitianTindakanKelas (PTK) yang dilaksanakan di SMK CendikaBangsaKepanjen. Adapunsubjekdalampenelitianiniadalahsiswakelas XI program keahlianadministrasiperkantoran yang berjumlah 30 orang. Penelitianinidilakukanpada 12 April 2016 hingga 21 April 2016. Hasilpenelitianinimenunjukkan 1) penerapan modelpembelajaranRole Playing terdiridari 7 tahapanyaitu (a)menyiapkankasus (b) membentukkelompoksiswa yang anggotanya 5 orang (c) memanggilperwakilankelompokuntukmengambilkasus yang akandiperankannantinya (d) masing-masingsiswadudukbersamakelompoknyauntukberdiskusisebelumtampil (e) praktekbermainperan (f) kelompok lain memberikantanggapanataspenampilankelompok yang bermainperan (g) memberikankesimpulansecaraumum 2) penerapan model pembelajaranRole Playingjugadapatmeningkatkanhasilbelajarsiswaaspekkognitif sedangkanuntukaspekpsikomotoriksiswajugaterdapatpeningkatan. Saran yang dapatdiberikanyaitu (1) bagi guru penerapan model Role Playingditentukanolehjumlahsiswadalamsatukelas. Jumlahsiswa yang lebihkecildibawah 30 orang akanlebihmudahdidalampengontrolandanpengawasanpadasaatbermanperan. Alatpenunjang tataruangkelasdisesuaikandengansituasidankondisi yang disesuaikandenganperan yang akandimainkanjugabisamenunjangkeberhasilandalambermainperan. Materi yang diberikandalambermainperanharusmengandungnilaiesensialdarisebuahmasalah yang diangkatdantidakhanyabermaindanbersenang-senang (2) bagisiswa dapatmelatihberpikirkritispadasaatberdiskusi di dalammemecahkansuatupermasalahan beranimengungkapkanpendapatpadasaatberdiskusi dandapatmeningkatkanaktivitasnyaketikaproses pembelajaranberlangsung (3) bagipenelitiselanjutnya lebihmemahami model Role Playingsebagaisalahsatu model pembelajarankooperatif yang efektifuntukmeningkatkanaktivitassiswa . Selainitudiharapkanuntukpenelitiselanjutnyabisamembandingkandenganmengadakanpenelitian di sekolah lain maupundenganmengkolaborasikan model pembelajaranRole Playingdengan model pembelajaranlainnyadisesuaikandengankondisisiswa.