Skripsi
Perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media animasi dengan media konvensional pada materi sulam pita siswa kelas XII Busana Butik di SMK Negeri 5 Malang / Vemi Latifah Hidayah
Abstrak
ABSTRAK Hidayah Vemi Latifah. 2016. Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Menggunakan Media Animasi Dengan Media Konvensional Pada Materi Sulam Pita Siswa Kelas XII Busana Butik Di SMK Negeri 5 Malang. Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Nur Endah Purwaningsih M.Pd. (II) Dra. Endang Prahastuti M.Pd. Kata kunci perbedaan hasil belajar media animasi media konvensional sulam pita. Mata pelajaran menghias busana merupakan mata pelajaran yang sangat penting karena menghias busana termasuk kedalam mata pelajaran produktif atau kejuruan yang terdapat pada kurikulum SMK. Hasil wawancara awal pada guru bidang studi busana butik di SMK Negeri 5 Malang menyatakan bahwa guru masih memakai media pembelajaran konvensional. Media yang digunakan guru berupa gambar fragmen maupun benda jadi. Menurut pendapat guru tersebut terkadang siswa kurang memahami maksud dari media itu. Jadi guru harus memberikan penjelasan dan mempraktikkan kembali pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media animasi dan siswa yang diajar dengan media konvensional pada materi sulam pita siswa kelas XII busana butik di SMK Negeri 5 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi experiment yang menggunakan Pre-test and Post-test Control Grup Design.Terdapat dua kelas yang di teliti dalam penelitian ini yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelas yang diberi perlakuan dengan media animasi. Sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang belajar dengan pembelajaran yang biasa dilakukan di sekolah yakni dengan media konvensional. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak ada perbedaan kemampuan awal siswa yang diajar dengan media animasi dan siswa yang diajar dengan media konvesional (2) terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan media animasi dan siswa yang diajar dengan media konvesional (3) hasil belajar siswa yang diajar dengan media animasi mempunyai rata-rata lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar dengan media konvesional (4) Pembelajaran dengan menggunakan media animasi sulam pita membuat siswa lebih mudah memahami materi dan mengerjakan tugas selain itu lebih menyenangkan dan menarik bagi siswa. Sehingga siswa dapat termotivasi untuk belajar dan hasil belajarnya dapat meningkat. Dengan demikian hipotesis (Ha) diterima (terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media animasi dan siswa yang diajar dengan media konvensional pada materi sulam pita kelas XII busana butik di SMK Negeri 5 Malang) telah teruji kebenarannya pada taraf signifiknasi 5%. Hal ini sekaligus mempertegas posisi keunggulan media animasi daripada media konvesional.