Tugas Akhir
Pengaruh lama perendaman air selokan terhadap kinerja laston (asphalt concrete wearing course) berdasarkan uji marshall / Kharisma Kevin Iskandar
Abstrak
ABSTRAK Iskandar Kharisma Kevin. 2016. Pengaruh Lama Perendaman Air Selokan Terhadap Kinerja Laston (AC-WC) Berdasarkan Uji Marshall. Tugas Akhir Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Boedi Rahardjo M.Pd. M.T. Kata Kunci Laston (AC-WC) Perendaman Uji Marshall Kerusakan sering terjadi pada jalan yang ditimbulkan oleh buruknya sistem drainase yang ada disekitar jalan tersebut. Tersumbatnya drainase menimbulkan luberan air selokan sehingga menggenangi jalan. Genangan air tersebut mengakibatkan perendaman terus-menerus yang berujung pada terkikisnya aspal sehingga daya ikatnya berkurang dan mengakibatkan kerusakan. Tujuan dari pengujian ini adalah (a) mengetahui sifat fisik dan mekanik bahan-bahan penyusun campuran aspal beton (AC-WC) (b) untuk mengetahui pengaruh lama perendaman air selokan terhadap kinerja laston (AC-WC) berdasarkan uji Marshall. Pada pengujian ini dilakukan terlebih dahulu pengujian terhadap bahan penyusun campuran yang kemudian dilanjutkan dengan menentukan nilai kadar aspal optimum. Setelah itu dilakukan lima variasi perendaman yaitu 24 jam 48 jam 72 jam 96 jam dan 120 jam yang masing-masing benda uji menggunakan nilai kadar aspal optimum. Untuk mengetahui kinerja benda uji setelah perendaman dilakukan pengujian Marshall. Pada pengujian ini diperoleh (a) hasil pemeriksaan agregat kasar untuk berat jenis bulk 2 52 gr/cm3 berat jenis SSD 2 57gr/cm3 berat jenis semu 2 65 gr/cm3 penyerapan 1 9% dan pada pemeriksaan Los Angeles Abration Test yang teraus sebesar 20 66% sedangkan pada agregat halus diperoleh berat jenis bulk 2 53 gr/cm3 berat jenis SSD 2 56 gr/cm3 berat jenis semu 2 61 gr/cm3 dan penyerapan 1 2% dan kadar aspal optimum sebesar 6% (b) untuk perendaman 24 jam didapat rata-rata nilai stabilitas 841 35 kg kelelehan plastis (flow) 3 64 mm Marshall Quotient 240 16 kg/mm nilai VIM 6 30% nilai VMA 18 20% dan nilai VFA diperolah 65 41% untuk perendaman 48 jam didapat rata-rata nilai stabilitas 800 04 kg kelelehan plastis (flow) 4 08 mm Marshall Quotient 200 42 kg/mm nilai VIM 6 37% nilai VMA 18 26% dan nilai VFA diperolah 65 13% untuk perendaman 72 jam didapat rata-rata nilai stabilitas 705 85 kg kelelehan plastis (flow) 4 50 mm Marshall Quotient 172 31 kg/mm nilai VIM 6 74% nilai VMA 18 58% dan nilai VFA diperolah 63 79% untuk perendaman 96 jam didapat rata-rata nilai stabilitas 542 48 kg kelelehan plastis (flow) 4 96 mm Marshall Quotient 109 47 kg/mm nilai VIM 7 04% nilai VMA 18 84% dan nilai VFA diperolah 62 67% untuk perendaman 120 jam didapat rata-rata nilai stabilitas 491 14 kg kelelehan plastis (flow) 5 06 mm Marshall Quotient 97 31 kg/mm nilai VIM 7 06% nilai VMA 18 86% dan nilai VFA diperolah 62 61%.