Tugas Akhir
Pengaruh lama perendaman air hujan terhadap kinerja laston (AC/WC) berdasarkan uji Marshall / Ilvin Nur Laily
Abstrak
ABSTRAK Laily Ilvin Nur. 2016. Pengaruh Lama Perendaman Air Hujan Terhadap Kinerja Laston (AC-WC) Berdasarkan Uji Marshall. Tugas Akhir Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Boedi Rahardjo M.Pd. M.T. Kata Kunci perendaman laston (AC-WC) uji Marshall Indonesia hanya terjadi dua kali pergantian musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Masalah yang dapat ditimbulkan saat musim penghujan adalah genangan air bahkan banjir dimana curah hujan yang tinggimenyebabkanterendamnyaruas-ruas jalan raya. Air hujan yang merendam ruas jalan dapat menyebabkan perkerasan jalan terutama daya ikat aspal berkurang dikarenakan aspal terendam air terus-menerus sehingga permukaan perkerasaan jalan mengalami kerusakan. Tujuan dari pengujian ini adalah (a) Mengetahui karakteristik bahan penyusun campuran laston (AC-WC)dan (b) Mengetahui pengaruh lama perendaman air hujan terhadap kinerja laston (AC-WC)berdasarkan ujiMarshall. Pengujian yang dilakukan meliputi pemeriksaan sifat fisik bahan penyusun campuran pembuatan benda uji dengan variasi kadar aspal 4% 4 5% 5% 5 5% 6% 6 5% 7% dari total berat agregat 1200 gram dan pengujian dengan alat Marshall untuk menentukan kadar aspal optimum. Kadar aspal optimum yang telah ditentukan kemudian digunakan sebagai dasar campuran untuk pengujian pengaruh lama perendaman air hujan dengan variasi waktu 24 jam 48 jam 72 jam 96 jam dan 120 jam. Hasil pengujian menunjukkan (a) hasil pemeriksaan agregat kasar diperoleh berat jenis bulksebesar 2 52 gr/cm3 berat jenis SSD 2 57gr/cm3 berat jenis semu 2 65 gr/cm3 penyerapan 1 9% dan pada pemeriksaan Los Angeles Abrasion Test yang teraus sebesar 20 66% sedangkan pemeriksaan agregat halus diperoleh nilai berat jenis bulksebesar 2 53 gr/cm3 berat jenis SSD 2 56 gr/cm3 berat jenis semu 2 61 gr/cm3 dan penyerapan 1 2%. Pemeriksaan berat jenis filler diperoleh nilai sebesar 3 10 gr/cm3. Pemeriksaan karakteristik aspal diperoleh nilai berat jenis sebesar 1 04 gr/cm3 penetrasi 65 8 mm titik lembek 48 5 C daktilitas 125 3 cm titik nyala 321 C dan titik bakar 322 C kehilangan berat 0 47%.Kadar aspal optimum diperoleh sebesar 6% (b)hasil pengujian pengaruh lama perendaman air hujan diperoleh nilai stabilitas terus mengalami penurunan nilai kelelehan plastis (flow) mengalami peningkatan nilai Marshall Quotient konsisten mengalami penurunan nilai VIM terus meningkat nilai VMA terus mengalami peningkatan dan nilai VFB menurun secara konsisten.