Tesis
Model pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman soal cerita bagi siswa kelas V cawu I SDN Karangbesuki II Kodya Malang / oleh Endang Setyo Winarni
Abstrak
ABSTRAK Winarni. Endang Setyo. 1998. Model Pembelajaran Untuk Meningkatkan Pemahaman Soal Cerita Bagi Siswa Kelas V Cawu I SDN Karangbesuki II Kodya Malang. Tesis Program studi Pendidikan Matematika Sekolah Dasar Program Pasca SarjanallOP MALANG. Pembimbing (I) H. Akbar Sutawidjaja Ph.D (II) Dr. Amat Mukhadis M.Pd. Kata-kata kunci Model Pembelajaran Meningkatkan pemahaman soal cerita. Banyak penelitian yang terdahulu menyebutkan bahwa siswa SD mengalami kesulitan dalam mempelajari soal cerita. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa penyebab antara lain dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari siswa sendiri misalnya kesulitan dalam belajar atau tingkat kognitifnya sedangkan faktor eksternal antara lain dari sarana dan prasarana yang kurang memadai penyampaian materi oleh guru yang kurang tepat. Penelitian ini merupakan usaha tindakan untuk memberikan suatu alternatif model pembelajaran dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa dalam soal cerita. Tindakan dilakukan di kelas V SDN Karangbesuki II Kecamatan Sukun Kodya Malang Lokasinya terletak dijalan Candi Blok Va atau didepan Candi Badut yang terletak kurang lebih 5 km dari kampus 1KIP Malang. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas V SDN Karang besuki II Kodya Malang tahun 1997/1998. Sebelum dilakukan tindakan pada pra tindakan guru SD Kelas V tersebut mengajar sesuai dengan yang dilakukan secara routine. Selanjutnya peneliti memberi tes berdasarkan bahan yang diajarkan guru kepada siswa untuk mendapatkan gambaran pemahaman siswa terhadap soal cerita. Dari hasil pengamatan peneliti dibantu oleh teman sejawat (mahasiswa S.2 Pendidikan Matematika S.D) serta hasil tes dan hasil wawancara balk dengan siswa maupun guru dipakai sebagai dasar mengadakan tindakan yang pertama Diperoleh data bahwa kurang pahamnya siswa terhadap soal cerita khususnya tentang ukuran berat yaitu siswa kurang menguasai konsep mengubah satuan berat tertentu ke satuan berat lainnya (misal ton ke kg kwt ke kg kg ke kwt). Guru tidak menanarnkan pada siswa untuk menentukan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan jadi guru langsung menerangkan jawaban soal cerita tersebut. Guru juga tidak menggunakan alat peraga untuk membantu pemahaman siswa sesuai dengan tingkat berpikirnya yang masih konkre. Setelah diadakan tindakan pembelajaran sebanyak 4 kali diperoleh hasil bahwa sebelum guru menerangkan untuk menjawab soal cerita sangat penting dan perlu menegaskan kepada siswa bahwa langkah-langkah dalam menjelaskan soal cerita harus ditaati yaitu menelaah isi soal menentukan apa yang diketahui apa yang ditanyakan baru memikirkan strategi untuk menjawab. Kecuali itu adanya alat peraga beberapa barang dengan satuan berat dalam ons kg dan timbangan sangat membantu pemahaman siswa terhadap maksud soal dalam soal cerita. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan guru SD dalam melaksanakan pembelajaran hendaknya memakai strategi yang mudah dipahami oleh siswa contohnya memisalkan apa yang ditanyakan menentukan operasi yang digunakan membuat kalimat matematikanya barn menjawab soal atau strategi yang lain misalnya dengan mengubah informasi pada soal cerita ke dalam tabel.