Skripsi
Penerapan model team assisted individualization dipadu problem based learning disertai penyusunan portofolio untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, sikap spiritual, dan keterampilan siswa kelas XI MIA 4 SMAN 6 Malang / Atika Firda
Abstrak
ABSTRAK Firda Atika. 2016. Penerapan Model Team Assisted Individualization dipadu Problem Based Learning Disertai Penyusunan Portofolio untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pemahaman Konsep Sikap Spiritual dan Keterampilan Siswa Kelas XI MIA 4 SMAN 6 Malang. Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie Irawati M.S. (II) Siti Imroatul Maslikah S.Si M.Si Kata Kunci Team Assisted Individualization Problem Based Learning portofolio kemampuan berpikir kritis pemahaman konsep sikap spiritual keterampilan Kurikulum 2013 mengubah paradigma pembelajaran dari teacher centered menjadi student centered. Siswa diharapkan memiliki kemampuan yang baik dalam pengetahuan sikap keterampilan serta pengembangan kemampuan berpikir guna memecahkan permasalahan yang bersifat analitis untuk mencapai suatu kesimpulan yang tepat. Kompetensi sikap pada Kurikulum 2013 terbagi menjadi dua spiritual dan sosial. Sikap spiritual inilah yang harus ditingkatkan selama pembelajaran guna membentuk insan yang bertaqwa sejak dini. Hasil observasi yang dilakukan di Kelas XI MIA 4 SMAN 6 Malang menunjukkan bahwa kemampuan kognitif siswa cenderung rendah sehingga pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa menjadi kurang. Hal ini berdampak pula pada sikap spiritual dan keterampilan yang menjadi kurang dioptimalkan ketika pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pemahaman konsep sikap spiritual dan keterampilan siswa kelas XI MIA 4 SMAN 6 Malang melalui implementasi model Team Assisted Individualization dipadu Problem Based Learning disertai penyusunan portofolio. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis lembar observasi tes sikap spiritual tes akhir siklus dan rubrik penilaian portofolio. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan TAI dipadu PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis sebesar 23 4% dari siklus I 75 5% menjadi 93 2% pada siklus II. Ketuntasan belajar pemahaman konsep meningkat sebesar 61 3% dari 52 9% pada siklus I menjadi 85 3% pada siklus II. Sikap spiritual meningkat 12 3% dari siklus I 75 1% menjadi 84 3% pada siklus II. Keterampilan meningkat sebesar 9 2% dari siklus I 85 1% menjadi 92 9% pada siklus II.