Skripsi
Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif pada materi mengadministrasi server dalam jaringan untuk SMK TKJ / Ayu Ratnaning Kurniati
Abstrak
ABSTRAK Kurniati Ayu Ratnaning. 2016. Pengembangan MultimediaPembelajaran Interaktif pada Materi Mengadministrasi Server dalam Jaringan untuk SMK TKJ. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Muladi S.T. M.T. (2) I Made Wirawan S.T. S.S.T. M.T. Kata Kunci Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Administrasi Server Berdasarkan hasil wawancara dengan guru produktif TKJ dan observasi di SMK PGRI 6 Ngawi siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi Mengadministrasi Server dalam Jaringan yang menggunakan Sistem Operasi berbasis teks. Kesulitan ini dikarenakan siswa lebih akrab dengan Sistem Operasi berbasis Graphical User Interface (GUI) seperti Windows. Selain itu media pembelajaran yang digunakan pada materi ini menggunakan media PowerPoint. Hal ini menyebabkan siswa kurang tertarik untuk mempelajari materi tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan sekaligus mampu meningkatkan kompetensi siswa adalahpenggunaan multimedia interaktif. Pengembangan multimedia interaktifini menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yang dibatasi hingga langkah ke tujuh yaitu (1) researchandinformationcollecting (2) planning (3) developpreliminaryform of product (4) preliminaryfield testing (5) main fieldrevision (6) main field testing dan (7) operationalproductrevision. Langkah pengembangan dilakukan hingga tahap ke tujuh karena penelitian pengembangan tidak sampai menguji keefektifannya namun hanya untuk mengetahui kelayakannya saja. Uji coba dilakukan terhadap siswa kelas XII SMK PGRI 6 Ngawi. Produk yang dihasilkan merupakan media pembelajaran berbasis multimedia yang bersifat interaktif pada materi Mengadministrasi Server dalam Jaringan. Hasil validasi memperoleh persentase92 97% (sangat valid) dari ahli materi 96 67% (sangat valid) dari ahli media 82 29% (cukup valid) dari uji coba kelompok kecil dan 85 42% (sangat valid) dari uji lapangan. Berdasarkan data tersebut maka media pembelajaran dinyatakan sangat layak dan dapat digunakan pada proses pembelajaran.