Skripsi
Studi akulturasi di Makam Mbah Noto Suryo Troloyo / Nurul Miftakhul Jannah
Abstrak
ABSTRAK Jannah Nurul Miftakhul. 2016. Studi Akulturasi di Makam Mbah Noto Suryo Troloyo. Skripsi Prodi Pendidikan IPS. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. GM. Sukamto M.Pd M.Si (II) I Dewa Putu Ekasasnanda S.Ant. M.A Kata kunci Akulturasi budaya Islam di Majapahit Kompleks Makam Troloyo Pendidikan IPS merupakan pendidikan yang di dalamnya tidak hanya satu disiplin ilmu melainkan gabungan dari berbagai disiplin ilmu salah satunya sejarah. Sejarah mempelajari kehidupan manusia pada masa lampau dalam menunjang tercapainya hal tersebut diperlukan beberapa ilmu bantu salah satunya yaitu Arkeologi. Benda-benda arkeologi yang menjadi bukti awal masuknya Islam banyak tersebar di daerah Mojokerto khusunya Trowulan. Salah satu benda arkeologi tersebut yaitu Kompleks Makam Troloyo. Rumusan masalah dalam penelitian ini (1) Bagaimana bentuk-bentuk nisan yang ada di kelompok makam mbah Noto suryo (2) Bagaimana wujud akulturasi budaya yang ada di makam mbah Noto suryo (3) Bagaimana kontribusi hasil penelitian tentang perpaduan budaya di makam Mbah Noto Suryo terhadap pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII pada Kompetensi Dasar 3.2 Studi Akulturasi di Makam Mbah Noto SuryoTroloyo ini menggunakan teori Pertama Perubahan sosial dari Zaman Hindhu Buddha sampai Islam. Kedua Akulturasi budaya. Ketiga Kompleks Makam Troloyo dan yang terakhir Motif-Motif yang ada pada nisan di kelompok makam tujuh. Penelitian ini adalah jenis penelitian Arkeologi yang menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif-analitis. Penelitian ini menggunakan metode survey yang diambil dengan beberapa teknik sebagai berikut (1) Observasi yang dilakukan dengan tujuan pengenalan peneliti terhadap objek yang akan diteliti (2) Deskripsi situs dilakukan setelah peneliti melakukan observasi terakhir (3) Dokumentasi yang dilakukan agar pembaca dapat melihat dengan jelas bentuk-bentuk perpaduan budaya yang ada. Hasil penelitian menunjukan terdapat dua bentuk nisan yang ada pada kelompok makam tujuh yaitu bentuk lancip dan bentuk bulat. Selain bentuk terdapat juga bagian-bagian nisan yaitu bagian sayap bagian bingkai dan hiasan nisan. Pada bagian nisan terdapat lima jenis motif yaitu Motif Surya Majapahit yang banyak mendominasi nisan makam kelompok tujuh Motif Bunga Teratai Motif sulur Motif Kalimat Syahadat dan Motif Kalimat Dzikir. Makam satu dua tiga empat dan tujuh menunjukan akulturasi antara budaya Hindhu Jawa dan Islam makam kelima menunjukan unsur budaya Islam saja dan pada makam keenam menunjukan akulturasi antara budaya Hindhu dengan Islam. Kontribusi hasil penelitian terhadap mata pelajaran IPS KD 3.2 yaitu sebagai salah satu contoh perubahan masyarakat dari zaman Hindhu-Buddha ke zaman Islam.