Skripsi
Pengaruh latihan acceleration dan repetition terhadap peningkatan kecepatan lari sprint 100 meter pada kegiatan ekstrakurikuler atletik SMAN 1 Turen ditinjau dari kekuatan otot tungkai / Audia Akida Pradani
Abstrak
ABSTRAK Pradani AudiaAkida. 2016. PengaruhLatihanAcceleration danRepetition terhadapPeningkatanKecepatanLariSprint 100 Meter padaKegiatanEkstrakurikulerAtletik SMAN 1 Turen Ditinjau dari Kekuatan Otot Tungkai.Skripsi JurusanPendidikanKepelatihanOlahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Supriatna M.Pd. (2) Dr. SaptoAdi M.Kes. Kata kunci lari sprint 100 meter latihan acceleration latihan repetition Pada cabang olahraga atletik lari 100 meter dilakukandaristartsampaifinishdengankecepatanpenuh. Faktorlatihan yang paling dibutuhkanuntuksemuanomorlarisprint adalahkecepatan(speed). Ada berbagaimacambentukdanmetodelatihan yang dapatdilakukanuntukmengembangkankecepatan dalam penelitian ini menggunakan latihan acceleration dan latihan repetition yang dilakukan di SMAN 1 Turen. Berdasarkanhasilwawancaradenganpelatihekstrakurikulerdanpengamatanpeneliti padakegiatanlarisprintkecepatanlarisiswa-siswinyakurangbaik sulituntukmeningkatkankecepatanlarinya sertapelatihkurangbervariasidalammemberikanlatihankecepatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara latihan acceleration dan latihan repetition terhadap peningkatan kecepatan lari sprint 100 meter pada kegiatan ekstrakurikuler atletik SMAN 1 Turen ditinjau dari kekuatan otot tungkai. Rancanganpenelitian yang digunakanadalahrancanganeksperimentalberbentukRandomized Pretest-Posttest Control Group Design.Sampel penelitian ini sebanyak 30 siswa. Instrumen yang digunakanberupateslari 100 meter.Data yang diperolehdianalisismenggunakananalisisuji t cuplikan kembar dan uji t amatan ulangan. Hasilperhitunganuji t amatanulangan latihanaccelerationdiperoleh thitung 35 17 ttabel 5% 2 145 latihanrepetition thitung 103 227 ttabel 5% 2 145. Hasil perhitunganuji t cuplikankembar thitung 0 125 ttabel 5% 2 048. Disimpulkanbahwaadapeningkatankecepatanlarisprint 100 meterakibatlatihanaccelerationdanlatihanrepetitionditinjau dari kekuatan otot tungkai dantidakadaperbedaan yang signifikanantaralatihanaccelerationdanlatihanrepetitionterhadappeningkatankecepatanlarisprint 100 meter ditinjau dari kekuatan otot tungkai. Persentasepeningkatan18 067% untuk latihan acceleration sedangkan 16 093%untuklatihanrepetition. Saran bagipelatihyaitu dapat menerapkankedua metode latihan tersebut kepadapesertakegiatanekstrakurikuleruntukmeningkatkankecepatan lari sprint karena mempunyai pengaruh yang sama. Saran penelitianselanjutnya penelitianinidapatdijadikansebagaibahanmasukanmaupunperbandinganjikapenelitiselanjutnyainginmembahas variabel bebas yang sejenistetapidenganberbagaikomponenlatihan yang berbeda.