Tugas Akhir
Penggunaan pasir pantai dari Malang Selatan sebagai bahan pengganti agregat halus untuk lapis tipis aspal beton / Rianty Nur Fadlilah
Abstrak
ABSTRAK Fadlilah Rianty Nur. 2016. Penggunaan Pasir Pantai Dari Malang Selatan Sebagai Bahan Pengganti Agregat Halus Untuk Lapis Tipis Aspal Beton. Proyek Akhir Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Boedi Rahardjo M.Pd. M.T. Kata Kunci Pasir Pantai Agregat Halus Lapis Tipis Aspal Beton Indonesia terkenal akan negara dengan seribu pulau sehingga banyak ditemui pasir pantai yang belum digunakan secara maksimal. Ketersediaan pasir alam atau pasir kwarsa semakin menipis karena penggunaan yang tak kunjung berhenti. Tujuan proyek akhir ini adalah untuk mengetahui (a) karakteristik bahan yang digunakan untuk lapis tipis aspal beton (b) mengetahui sifat parameter Marshall terhadap penggunaan pasir pantai sebagai bahan pengganti agregat halus untuk lataston. Metode pengujian yang dilakukan meliputi persiapan bahan pemeriksaan sifat karakteristik bahan penyusun campuran pembuatan benda uji dan pengujian dengan alat Marshall yang dilakukan mengacu pada SNI-06-2489-1991. Hasil pemeriksaan bahan dan uji marshall sesuai dengan tujuan diperoleh hasil sebagai berikut a) karakteristik bahan meliputi (1) sifat fisik agregat kasar diperoleh nilai sebagai berikut (1.a) berat jenis bulk 2 53 gr/cm3 (1.b) berat jenis SSD 2 61 gr/cm3 (1.c) berat jenis semu 2 73 gr/cm3 (1.d) penyerapan 2 86 % (1.e) abrasi Los Angeles 35 45%. (2) sifat fisik agregat halus atau pasir pantai diperoleh nilai (2.a) berat jenis bulk 2 55 gr/cm3 (2.b) berat jenis SSD 2 62 gr/cm3 (2.c) berat jenis semu 2 75 gr/cm3 (2.d) penyerapan 2 88 %. (3) Pemeriksaan karakteristik aspal pen 60/70 diperoleh (3.a) hasil berat jenis 1 04 gr/cm3 (3.b) nilai penetrasi 65 8 mm (3.c) titik lembek sebesar 48 5 C (3.d) daktilitas 135 3 cm (3.e) titik nyala 332 C titik bakar 338 C dan (3.f) kehilangan berat 0 47 %. b) Hasil uji Marshall diperoleh sebagai berikut (1) pada kadar aspal 5% didapatkan Stabilitas sebesar 633 29 kg flow sebesar 2 84 mm VIM sebesar 4 71% VMA sebesar 11 35% VFB sebesar 59 60% dan MQ sebesar 223 17 kg 8260 mm. (2) Pada kadar aspal 5 5% didapatkan Stabilitas sebesar 734 08 kg flow sebesar 3 22 mm VIM sebesar 4 60% VMA sebesar 12 79% VFB sebesar 64 82% dan MQ sebesar 227 98 kg 8260 mm. (3) Pada kadar aspal 6% didapatkan Stabilitas sebesar 880 08 kg flow sebesar 3 42 mm VIM sebesar 4 41% VMA sebesar 14 11% VFB sebesar 68 84% dan MQ sebesar 257 25 kg 8260 mm. (4) Pada kadar aspal 6 5% didapatkan Stabilitas sebesar 1002 03 kg flow sebesar 3 20 mm VIM sebesar 4 40% VMA sebesar 15 56% VFB sebesar 72 17% dan MQ sebesar 313 42 kg 8260 mm. (5) Pada kadar aspal 7% didapatkan Stabilitas sebesar 941 58 kg flow sebesar 3 28 mm VIM sebesar 4 53% VMA sebesar 17 11% VFB sebesar 73 59% dan MQ sebesar 287 06 kg 8260 mm. (6) Pada kadar aspal 7 5% didapatkan Stabilitas sebesar 888 68 kg flow sebesar 3 29 mm VIM sebesar 4 37% VMA sebesar 18 37% VFB sebesar 76 50% dan MQ sebesar 270 11 kg 8260 mm.