Skripsi
Penerapan perpaduan metode kooperatif model STAD (Student Teams Achievment Division) dan talking stick untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIA 3 SMAN 1 Lawang / Ria Ratih Puspasari
Abstrak
ABSTRAK Ria Ratih Puspasari. 2016.Penerapan Perpaduan Metode Kooperatif Model STAD (Student Teams Achievment Division) Dan Talking Stick Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIA 3 SMAN 1 Lawang.Skripsi Program StudiPendidikanEkonomi JurusanEkonomi Pembangunan FakultasEkonomi UniversitasNegeri Malang Pembimbing (I) Prof. Dr. Sri UmiMintartiWidjaja S.E.M.P.Ak. (II) Drs. Prih Hardinto M.Si. Kata Kunci STAD Talking Stick Hasil Belajar. Berdasarkanobservasi yang dilakukan oleh peneliti proses pembelajaran yang terdapat pada kelas X MIA 3 SMAN 1 Lawang masihcenderungpasifsiswaterlihatragu-ragudalammenjawabpertanyaanmengungkapkanpendapatdanberdiskusikelompok.Dapatdikatakanbahwaaktivitasbelajarsiswa di kelastersebutmasihrendah.Salah satu metode pembelajaran yang mengarah pada siswa untuk lebih aktif kreatif inspriratif dan menyenangkan adalah metode pembelajaran kooperatif dengan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievment Division) dan Talking Stick sebagai model baru yang diterapkan di kelas X MIA 3. Dengan model pembelajaran STAD dan Talking Stick siswa akan lebih mudah menerima materi pelajaran selain itu siswa juga lebih aktif kreatif inspiratif dan menyenangkan untuk menemukan sendiri pengetahuan dan keterampilan serta sikap saling bekerja sama melalui aktivitas belajar. Penelitianinibertujuan (1) untukmengetahuipenerapan metode pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievment Division) dan Talking Stick pada mata pelajaran Ekonomi siswa kelas X MIA 3 SMAN 1 Lawang (2) untukmengetahuiapakahpenerapanmetode pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievment Division) dan Talking StickdapatmeningkatkanhasilbelajarsiswakelasX MIA 3 SMAN 1 Lawang. JenispenelitianiniadalahPenelitianTindakanKelasdenganpendekatandeskriptifkualitatif.Penelitianiniterdiridari 2 siklus yang masing-masingsiklusterdiridari 4 tahapan yaitutahapperencanaan pelaksanaan pengamatandanrefleksi.subjekpenelitianadalahsiswakelasX MIA 3 SMAN 1 Lawangtahunajaran 2015/2016 yang berjumlah35siswa. Metodepengumpulan data dalampenelitianinimenggunakanobservasi soaltes wawancara catatanlapangan dandokumentasi. Hasilpenelitianinimenunjukkanadanyapeningkatan hasil belajar siswa aspek afektif dan aspek kognitif.Untukpeningkatanaspek kognitif siswa dapatdilihatdarihasilpre-testdanpost-testsiklus I dansiklus II.Padasaatpre-testsiklus I jumlahsiswa yang tuntassebanyak2 orang (5.71%) sedangkanpadasaatpost-test jumlahsiswayang tuntasmeningkatmenjadi 28 orang (80%). Padasaatpre-testsiklus II jumlahsiswa yang tuntassebanyak5 orang (14.2%) sedangkanpadasaatpost-test jumlahsiswayang tuntasmeningkatmenjadi32 orang (91.4%). Secarakeseluruhan rata-rata hasilpost-test siklus I dan II mengalamipeningkatansebesar6.5%.Selaindapatmeningkatkanhasil belajar siswa aspek afektif dan aspek kognitif.