Skripsi
Exaggeration expression and insider or outsider in the movie \"The Godfather Part II\" / Bayu Ilham Pribadi
Abstrak
ABSTRAK Pribadi Bayu Ilham 2015. Exaggerate (Interest Approval and Sympathy with H) and Insider/Outsider in The Movie The Godfather Part II . S-1 Skripsi Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Pembimbing Aulia Apriana S.S. M.Pd. Kata Kunci Orang dalam/luar Ungkapan Melebih-lebihkan Kesantunan Positif Bahasa adalah sarana utama dimana kita menjalankan kehidupan sosial kita (Kramsch 1998). Hal tersebut dapat ditafsirkan sebagai kehidupan yang nyata atau bahkan kehidupan dalam bingkai film karena dua kehidupan tersebut dibangun oleh bahasa. Mengenai aspek linguistik teori kesantunan dan hubungan bahasa adalah pemikiran dasar untuk analisis yang lebih mendalam pada frame film The Godfather Part II . Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan ungkapan melebih-lebihkan (exaggerate interest approval and sympathy with H) sebagai strategi kesantunan positif salah satu teori kesantunan pada bingkai film dan pembentukan keanggotaan orang dalam / luar (insider/outsider) antara karakter dari film dengan memerhatikan pada teori hubungan bahasa dan budaya. Kerangka penelitian dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam proses pengumpulan data peneliti menggunakan teks bawah asli (subtitle) pada film menguraikan tuturan-tuturan yang mengindikasikan topic-topik diatas dan selanjutnya berkaitan dengan analisis data. Peneliti menemukan 53 ucapan ekspresi yang berlebihan pada empat bagian dari film. Pada bagian pengenalan film (introduction) ada dua ungkapan interest lima ungkapan approval dan dua ungkapan Sympathy terhadap H. Dan selanjutnya peneliti menemukan enam ungkapan interest tujuh ungkapan approval dan dua ungkapan simpathy pada bagian pra-klimaks. Pada klimaks dari film ini ada lima ungkapan interest delapan ungkapan approval dan empat ungkapan sympathy yang diucapkan oleh karakter-karakter dari film ini. Terakhir ada dua belas ungkapan berlebihan terlihat di bagian pasca-klimaks yaitu lima ungkapan interest lima ungkapan approval dan dua ungkapan sympathy dengan H. Pembangunan orang dalam (insider) atau orang luar (outsider) di antara karakter tampak pada beberapa dialog-dialog karakter. Dialog tersebut terdapat pada beberapa bagian dalam film ini seperti bagian pengenalan pra-klimaks dan klimaks. Pada bagian pendahuluan ada tiga dialog yang dianggap oleh peneliti sebagai bahasa yang menunjukkan adanya orang dalam (insider) atau orang luar (outsider) dibawah paying topic hubungan bahasa dan budaya. Dan kemudian ada satu dialog yang menunjukkan pemisahan satu komunitas terhadap lainnya (keturunan Italia dan Amerika) pada pra-klimaks. Untuk bagian terakhir bagian klimaks ada dua dialog yang ditemukan oleh peneliti yang juga menunjukkan orang dalam (insider) atau orang luar (outsider) tampak pada penggunaan bahasa dari para karakter. Penggunaan ungkapan melebih-lebihkan (exaggerate interest approval and sympathy with H) muncul pada setiap bagian dari film. Ungkapan-ungkapan tersebut tampak dalam bentuk penekanan ucapan-ucapan karakter dengan intensifiers. Hal tersebut membantu karakter untuk mengakomodasi beberapa konteks interaksi mereka pada setiap situasi dan kondisi. Oleh karena itu jenis strategi kesantunan positif ini biasanya digunakan untuk menunjukkan betapa pentingnya interaksi mereka dan di mana penekanan saat-saat tertentu dari film ini. Selain itu pembentukkan orang dalam (insider) / luar (outsider) diantara karakter didefinisikan melalui proses analisis bahasa dan budaya karakter yang terlihat dari dialog yang diucapkan. Berdasarkan pada peran pada suatu komunitas istilah orang dalam (insider) dan luar (outsider) dalam konteks sosial dapat didefinisikan melalui perbedaan kekuatan/kuasa dan pengalaman terhadap masing-masing kelompok yang bersangkutan. Peneliti berharap penelitian ini dapat mengubah pola pikir penonton film ini untuk menjadi lebih kritis menangkap makna yang lebih dalam dari film ini dari rasa strategi kesopanan positif dan hubungan bahasa dan budaya. Para mahasiswa dari matakuliah pragmatik dapat menggunakan penelitian ini sebagai alat atau referensi linguistik yang memperkaya sumber belajar pada pembelajaran aspek-aspek tertentu dari pragmatik. Untuk peneliti selanjutnya penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi peneliti lain sebagai studi sebelumnya atau pedoman untuk menguraikan penelitian lain di pragmatik.