Skripsi
Kajian keadaan transisi dan reaktivitas senyawa difenilmatanation dan 2,2,4,4-tetrametil-3-tioksosiklobutanon pada reaksi sikloadisi-1,3 senyawa metil 2-diazo-3-okso-butirat dengan metode DFT (Density Functional Theory) / Alfinda Puji Rahayu
Abstrak
ABSTRAK Rahayu Alfinda Puji. 2016.Kajian Keadaan Transisi dan Reaktivitas Senyawa Difenilmetanation dan 2 2 4 4-tetrametil-3-tioksosiklobutanon pada Reaksi Sikloadisi-1 3 Senyawa Metil 2-diazo-3-okso-butiratdengan Metode DFT (Density Funchtional Theory). Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Dr. Siti Marfu ah M. S. (II) Dr. Yahmin S.Pd. M.Si. Kata kunci 1 3-oksatiol sikloadisi-1 3 DFT energi aktivasi Senyawa metil 2-diazo-3-okso-butirat disintesis melalui reaksi sikloadisi-1 3. Senyawa tersebut direaksikan dengan senyawa yang berbeda yaitu difenilmetanation dan 2 2 4 4-tetrametil-3-tioksosiklobutanon. Hasil reaksi sikloadisi-1 3 dari kedua pereaksi yaitu golongan 1 3-oksatiol. Golongan 1 3-oksatiol bermanfaat untuk merangsang sel otot dan sel syaraf yang ada pada hewan tikus dan babi. Selain itu juga berfungsi untuk uji toksisitas pada sel tumor dan aktivitas antivirus terhadap HIV.Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui struktur 3 dimensi keadaan transisi pada reaksi sikloadisi-1 3 senyawametil 2-diazo-3-okso-butiratdengandifenilmetanation (2) Untuk mengetahuistruktur 3 dimensikeadaantransisipadareaksi sikloadisi-1 3 senyawametil 2-diazo-3-okso-butirat dengan 2 2 4 4-tetrametil-3-tiooksosiklobutanon (3) Untukmengetahui energi aktivasi reaksi sikloadisi-1 3 pada metil 2-diazo-3-okso-butirat dengan difenilmetanation (4)Untuk mengetahui energi aktivasi reaksi sikloadisi-1 3pada metil 2-diazo-3-okso-butirat dengan 2 2 4 4-tetrametil-3-tiooksosiklobutanon dan (5) Untukmengetahuiperbedaanreaktivitasdifenilmetanationdan 2 2 4 4-tetrametil-3-tiooksosiklobutanon. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Lunak Gauss View 5.0 dan Gaussian 09. Metode yang digunakan yaitu DFT (Density Functional Theory) B3LYP dengan himpunan basis 6-31G(d). Tahap pertama yaitu menggambarkan molekul reaktan produk dan zat antara. Tahap kedua yaitu dilakukan optimasi geometri dan frekuensi vibrasi molekul-molekul yang telah digambarkanstrukturnya agar dihasilkanstruktur molekul pada keadaan dasar. Tahap ketiga yaitu penentuan struktur keadaan transisi menggunakan metode QST3. Dari penelitian ini diperoleh 4 struktur keadaan transisi dari 2 reaksi sikloadisi-1 3. Pada reaksi 1 dihasilkan 2 struktur keadaan transisi yang berartireaksi 1 terdiridari 2 tahap. Energi aktivasi dari tahap pertama adalah 22 464 kkal/mol dan energi aktivasi dari tahap kedua adalah 17 921 kkal/mol. Jadi tahap penentu laju dari reaksi 1 yaitu pada tahap pertama. Padareaksi 2 dihasilkan 2 strukturkeadaantransisi yang berartireaksi 2 terdiridari 2 tahap. Energiaktivasipadatahappertamaadalah21 689 kkal/mol dan pada tahap kedua adalah 17 837 kkal/mol. Jadi tahap penentu laju dari reaksi 2 yaitu pada tahap pertama. Padapenelitianini strukturkeadaantransisitahap 1 terlihatikatan C-N memanjang sedangkanpadastrukturkeadaantransisitahap 2 terlihatikatan C-N terputus.