Skripsi
Pengaruh latihan neuro developmental treatment dan sensory integration untuk meningkatkan keseimbangan berdiri anak tunagrahita / Harsisaka Purwindra
Abstrak
ABSTRAK Purwindra Harsisaka. 2016. Pengaruh Latihan Neuro Development Treatment dan Sensory Integrasi untuk Meningkatkan Keseimbangan Berdiri Anak Tunagrahita. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) dr. Rias Gesang Kinanti M.Kes. (II) Dr. Slamaet Raharjo M.Or Kata Kunci latihan Neuro Development Treatment Latihan Sensory Integrasi Tunagrahita Masa anak-anak merupakan masa di mana terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Proses perkembangan ini tidak hanya dialami oleh anak normal saja. Namun perkembangan juga dialami juga oleh anak tunagrahita untuk itu masa anak-anak disebut sebagai golden age Namun tidak semua anak mengalami proses tumbuh kembang secara wajar sehingga terdapat anak yang memerlukan penanganan secara khusus. Masalah kesehatan pada anak berkebutuhan khusus ada yang dibawa sejak lahir atau kongenital seperti tunagrahita. Pada umumnya anak tunagrahita keadaan fisiknya kurang adanya keseimbangan kurang kordinasi gerak sehingga ada diantara mereka yang mengalami keterbatasan dalam segi gerak dan gangguan koordinasi otot. Dalam hal ini penelitih ingin mengetahui bagaimanakah pengaruh latian Neuro Development Treatment dan Sensory Integration terhadap perkembangan kemampuan berdiri anak Tunagrahita. (NDT) merupakan salah satu pendekatan yang paling umum digunakan untuk intervensi anak-anak dengan gangguan perkembangan. Pendekatan NDT berfokus pada normalisasi otot hypertone atau hypotone. Intervensi penanganan NDT melatih reaksi keseimbangan gerakan anak dan fasilitasi. Metode Penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 20 anak tunagrahita yang mengalami permasalahan keseimbangan berdiri dan waktu penelitian selama dua bulan. Kelompok dibagi menjadi dua yaitu kelompok-1 (convensional tidak diberikan NDT dan SI) dan kelompok-2 (neuro developmental treatment dan sensory integration). Instrumen pengukuran yang digunakan adalah sixteen balance test yang di ukur sebelum perlakuan minggu pertama dan sesudah perlakuan (minggu ke -8) pada masing-masing subjek. Hasil pada penelitian ini didapatkan data deskriptif sampel pada kedua kelompok dengan usia 6-9 tahun jenis kelamin laki-laki dan perempuan tinggi badan 90-105 cm dan berat badan 16-26 kg. Data sebelum dan setelah perlakuan kelompok-1 berdistribusi normal. Kemudian data sebelum dan setelah perlakuan kelompok-2 berdistribusi normal. Berdasarkan uji kompabilitas kedua variabel pada kedua kelompok pengujian hipotesis menggunakan data setelah perlakuan. Variabel sixteen balance test pada kedua kelompok menggunakan uji hipotesis independent sample t-test didapatkan nilai p 0 034. Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini bahwa kombinasi neuro developmental treatment dan sensory integration berpengaruh dalam peningkatan kemampuan berdiri anak tunagrahita dengan kategori ringan dan sedang di usia 16-26 tahun di SDLB Kedung Kandang Kota Malang.