Skripsi
Pengembangan bahan ajar menggunakan pendekatan saitifik dengan mengeksplisitkan hakikat sain (NOS) dan berpikir kritis pada materi hidrolisis garam / M. Mukhlis Saktiyawan
Abstrak
ABSTRAK Saktiyawan M. Mukhlis. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Pendekatan Saintifikdengan Mengeksplisitkan Hakikat Sains (NOS)dan Berpikir Kritis pada Materi Hidrolisis Garam. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Prayitno M.Pd (II) Dr. H. Yahmin S.Pd. M.Si. Kata Kunci pendekatan saintifik hakikat sains berpikir kritis Penerapan Kurikulum 2013 merupakan upaya peningkatan kualitas pendidikan sains di Indonesia yang menekankan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik. Salah satu materi kimia dalam silabus Kurikulum 2013 adalah hidrolisis garam. Materi hidrolisis garam merupakan materi yang sangat aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.Hasil analisa terhadap bahan ajar materi hidrolisis garam yang telah menggunakan konsep pendekatan saintifik dalam Kurikulum 2013 yang tersedia saat ini menunjukkan bahwa bahan ajar tersebut belum mampu mengkonstruk pemahaman siswa secara maksimal sehingga prestasi akademik yang dicapai juga belum maksimal. Implementasi Kurikulum 2013 perlu didukung dengan adanya bahan ajar menggunakan pendekatan saintifikdengan mengeksplisitkan hakikat sains dan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar materi hidrolisis garam menggunakan pendekatan saintifik dengan mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis serta mengetahui validitas atau kelayakan prototipe bahan ajar melalui validasi ahli (1 orang dosen) dan praktisi (2 orang guru mata pelajaran Kimia SMA/MA). Model pengembangan bahan ajar yang digunakan adalah model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahap yaitu tahap pembatasan (define) perancangan (design) pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Namun model 4D yang digunakan dalam penelitian ini hanya terbatas sampai tahap develop dan tidak sampai pada tahap disseminate karena keterbatasan waktu tenaga serta biaya.Dalam pengembangan ini diperoleh data kuantitatif berdasarkan skor angket tanggapan dari validator ahli dan praktisi yang disusun dalam skala Likert serta data kualitatif berdasarkan tanggapan dan saran-saran perbaikan yang diisi oleh validator ahli dan praktisi. Hasil pengembangan ini berupa produk bahan ajar yang terdiri dari buku siswa dan buku pedoman guru. Buku siswa memuat materi hidrolisis garam dan buku pedoman guru berisi profil bahan ajar petunjuk penggunaan bahan ajar silabus RPP dan instrumen penilaian. Berdasarkan hasil validasi bahan ajar secara keseluruhan buku siswa memperoleh kriteria layak (79 76%) begitu juga halnya buku panduan guru yang memperoleh kriteria layak (78 89%). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa produk bahan ajar menggunakan pendekatan saintifik dengan mengeksplisitkan hakikat sains (NOS) dan berpikir kritis pada materi hidrolisisgaram layak untuk digunakan dalam pembelajaran. 8195