Skripsi
The psychological issue and hidden motives of joker as a supervillain in the movie \"The Dark Knight\" / Setiawan Furqoni
Abstrak
ABSTRAK Furqoni Setiawan. 2016. Permasalahan Psikologi dan Motif-Motif Tersembunyi Joker Sebagai Seorang Penjahat dalam Film The Dark Knight . Skripsi Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Inayatul Fariha S.S M.A (II) Drs. Kukuh Prayitno Subagyo M.A. Kata Kunci Teori Psikoanalisis Defense Mechanism Joker Gangguan Kepribadian Anti-Sosial Kepribadian Joker masalah psikologinya dan motif tersembunyi yang menciptakan kekacauan dalam film adalah analisa utama penelitian ini. Berdasarkan pada film The Dark Knight (2008) musuh bebuyutan dari Batman sebagai seorang kriminal dan penjahat hebat sangat layak untuk dianalisa dari sudut pandang literatur. Bercerita tentang bagaimana Batman bertarung melawan sosok psikopat bernama Joker dan Joker sebagai seorang kriminal menciptakan kekacauan dalam kota Gotham dengan masalah psikologinya yang mendominasi ideologinya sebagai seorang kriminal. Penelitian ini menganalisa kepribadian Joker masalah psikologinya defense mechanism Joker dan motif utama dari Joker sebagai seorang kriminal. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikoanalisis sebagai dasar dari analisi untuk menemukan masalah-masalah tersebut berdasarkan pandangan teori Sigmund Freud dan beberapa bukti-bukti dari film itu sendiri yang bisa menunjukkan beberapa indikasi yang mungkin saja membantu penelitian ini. Berdasarkan pada analisis Joker memiliki Gangguan Stress Pasca Trauma dari masa kecilnya dan latar belakangnya. Dia juga menunjukan sikap dia sebagaiseseorang dengan gangguan kepribadian anti-sosial. Dia cenderung menunjukan kekerasan ketidakjujuran kecenderungan mengakhiri hidup manipulatif dan ciri-ciri lain yang mengindikasikan Joker sebagai seseorang dengan kelainan jiwa. Sementara kejadian-kejadian traumatisnya menyebabkan trauma. Dalam analisa Joker cenderung untuk menyembunyikan masa lalunya dan menyatakannya dengan pernyataan bohong mengenai masa lalunya. Sikap-sikap tersebut adalah efek dari kejadian traumatisnya yang membuatnya dirinya sebagai seseorang dengan kepribadian anti-sosial. Dari pandangan Freud dia didominasi oleh id. Id adalah cara bersikap yang tak terkendali untuk mendapatkan kenikmatan pribadi. Dengan kata lain dia menolak sikap dari superego untuk mengatasi permasalahannya di dalam film. Motif Joker adalah menguasai kota Gotham namun dia memiliki kecenderungan sebagai karakter yang anti-materialistik sementara karakter anti-materialistik merupakan karakter yang cukup umum untuk penjahat atau musuh di dalam film. Di sisi lain peneliti melihat Joker sebagai seorang kriminal tanpa motif karena dia hanya ingin melihat kekacauan disekitarnya. Dalam dua momen Joker memperlihatkan defense mechanism. Pertama adalahrationalization selama pertemuannya dengan Harvey Dent Joker mengindikasikan bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan dan kecerdasan sebagai seorang kriminal. Hal ini menggarisbawahi dirinya bahwa dia tidak memiliki komitment dengan rencananya sendiri. Kedua adalah repression dan displacement. Ketika Joker menyusup kediaman Bruce untuk menangkap Harvey Joker bertemu seorang pria tua Joker mengungkapkan perasaannya kepada pria tua tersebut dengan mengatakan bahwa pria tua tersebut mengingatkannya pada ayahnya Joker membenci ayahnya. Berdasarkan analisis dia juga tidak memiliki hasrat untuk membunuh Batman dia ingin Batman hidup untuk mengejar dirinya dan membiarkan pertarungan antara Joker dengan Batman bukan Joker dan identitas asli dari Batman. Aksi dan sikap Joker mewakili simbol perlawanan dan kekuatan terhadap hukum yang sudah terbentuk dia menunjukan bahwa hukum telah rusak dan menciptakan kerugian besar bagi masyarakat sementara di sisi lain dia adalah seorang kriminal dengan pikiran psikopat yang ingin mengambil alih kota Gotham.