Skripsi
Studi tentang pewarnaan alam menggunakan daun kersen (Muntingia calabura L.) pada industri batik di Kota Probolinggo / Nuria Mentari
Abstrak
ABSTRAK Mentari Nuria. 2016. Studi Tentang Pewarnaan Alam Menggunakan Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Pada Industri Batik di Kota Probolinggo. Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Agus Hery S.I. M.Pd. (II) Nurul Hidayati S.Pd. M.Sn. Kata kunci Pewarnaan Alam Daun Kersen Kersen (Muntingia calabura L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alam. Kondisi keberadaan daun kersen mudah didapat disepanjang Jalan Raya Pantura (Pasuruan-Probolinggo-Situbondo). Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang pewarnaan alam batik tulis menggunakan daun kersen dengan fiksator tawas kapur dan tunjung pada industri batik di Kota Probolinggo . Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik sekaligus pengrajin dari industri Wasis Unik Batik Mnaggur dan D Aisha. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu berupa pedoman wawancara observasi dan dokumentasi. Triangulasi perpanjangan pengamatan dan peningkatan ketekunan dilakukan untuk menjaga keabsahan data. Analisis data dimulai dari mereduksi data menyajikan dan memberikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 4 kesimpulan sebagai berikut (1) Proses mordanting pada industri batik di Kota Probolinggo dapat dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan tawas dan minyak nyamplung. Bahan yang digunakan pada proses mordanting menggunakan minyak nyamplung yaitu 250 gr kain katun (115 cm x 250 cm) 75 ml minyak nyamplung dan 2 5 liter air. Proses mordanting tawas untuk 250 gr kain katun (115 cm x 250 cm) menggunakan 100 gr tawas dan 3 5 liter air (2) Proses ekstraksi daun kersen pada industri batik di Kota Probolinggo menggunakan perbandingan 1 25-2 kg/ 10 L air. Warna yang dihasilkan dari larutan warna daun kersen yaitu kuning kecoklatan (3) Proses pewarnaan alam pada industri batik di Kota Probolinggo dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pencelupan warna dan kuwasan (4) Proses fiksasi menggunakan tawas dan kapur pada pewarnaan daun kersen oleh industri batik di Kota Probolinggo menghasilkan warna yang sama yaitu khaki atau kuning pucat agak kecoklatan sedangkan pada proses fiksasi menggunakan tunjung menghasilkan warna coklat hingga coklat tua. Saran dalam penelitian ini bagi Industri batik di Kota Probolinggo diharapkan menjaga konsistensi larutan pewarna alam daun kersen yang pekat untuk membantu mengimbangi penyerapan warna yang baik serta menjaga kualitas batik terlebih pada penggunaan pewarnaan alam secara kuwasan. Konsumen diharapkan selektif dalam memilih batik tulis dengan pewarnaan alam berkualitas baik terutama dari sisi pewarnaan. Pada penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan percobaan mengenai pengaruh soda abu dalam proses mordanting terhadap hasil pewarna alam.