Skripsi
Nilai-nilai nasionalisme yang terkandung dalam drama kolosal tentang \"Pemberontakan Peta\" di Kota Blitar / Sudam Tatdilla
Abstrak
ABSTRAK Tatdilla Sudam. 2016. Nilai-Nilai Nasionalisme Yang Terkandung Dalam Drama kolosal Pemberontakan PETA di Blitar. Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H Suparman AW SH. M.Hum (II) Siti Awaliyah S.Pd M.Hum Kata Kunci Nilai nasionalisme Sejarah drama kolosal Pemberontakan PETA Melestarikan kebudayaan sama halnya juga menanamkan nilai-nilai yang ada terutama nilai nasionalisme. Drama Kolosal Pemberontakan PETA yaitu acara tahunan Kota Blitar yang dipentaskan setiap tanggal 13-14 Februari yang bertepatan dengan kejadian sejarah tersebut berlangsung kala itu. Pementasan drama ini mengisahkan pemberontakan Tentara PETA terhadap penjajah Jepang di Blitar. penelitian ini mempunyai tujuan antara lain untuk mengetahui (1) Sejarah pementasan drama kolosal pemberontakan PETA sebagai acara tahunan di Blitar (2) Alur dari cerita dalam Drama Kolosal Pemberontakan PETA di Blitar (3) Nilai-nilai nasionalisme yang ada dalam drama kolosal Pemberontakan PETA. Penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. peneliti mengambil sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer memperoleh hasil dari narasumber drama kolosal pemberontakan PETA yaitu wawancara dengan mantan ketua dewan kesenian Blitar bapak Purwanto dan sutradara drama bapak Redi wisono. Sumber sekunder dari rekaman drama kolosal pemberontakan PETA dan hasil wawancara. Drama kolosal pemberontakan PETA yaitu suatu pentas seni yang diadakan setahun sekali oleh pemerintah Kota Blitar dalam mengenang perjuangan para pejuang PETA yang dipimpin oleh Soedancho Supriadi. Pementasan drama tersebut diselenggarakan setiap malam tanggal 13 februari di pelataran monumen PETA di Blitar. Berawal dari sebuah acara kecil-kecilan pada tahun 1993 di Blitar setiap tanggal 13-14 februari. Pelaksana pementasan tersebut para pecinta seni Blitar dan peduli seni teater Blitar tergabung menjadi suatu komunitas Lingkar Sastra Blitar membuat Drama kecil-kecilan dan seadanya. Cerita dalam drama kolosal tersebut memiliki 13 adegan dari awal munculnya tiga tokoh Eyang Jugo Eyang Khasan Bendo Bawadiman Joyodigdo. Eyang Khasan bendo mempunyai murid Soepriadi. Soepriadi masuk pasukan PETA. Dan sampai pada Soepriadi dan kawan-kawannya melawan pasukan Jepang. Dalam drama tersebut juga muncul nilai-nilai nasionalisme yaitu (a) bangga terhadap tanah air (b) cinta terhadap tanah air (c) rela berkorban demi tanah air (d) semangat patriotisme. (e) Menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa sikap persatuan ini muncul pada saat semua memiliki kesamaan nasib dan kewajiban untuk melindungi bangsa. (f) kesetiaan terhadap bangsa dan negaranya.