Skripsi
Peningkatan keterampilan berbicara melalui teknik bercerita pada siswa kelas III SDN Buring Kota Malang / Noli
Abstrak
ABSTRAK Noli 2016. Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Teknik Bercerita pada Siswa Kelas III SDN Buring Kota Malang. Skripsi Program Studi S1 PGSD Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan PraSekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Drs. Syafruddin AR S.Pd M.Pd (II) Dra.Harti Kartini M.Pd Kata kunci keterampilan berbicara bercerita Sekolah Dasar Hasil tes awal penelitian mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas III Buring Kota Malang dengan materi meceritakan pengalaman yang dilakukan di SDN Buring Kota Malang menunjukkan bahwa kemampuan bercerita mereka masih rendah siswa kesulitan dalam bercerita runtut dan benar. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas III materi berbicara melalui penggunaan media gambar seri dimana gambar seri tersebut terdiri dari beberapa gambar yang diurutkan. Tujuan Penelitian ini (1) Mendeskripsikan penerapan media gambar seri untuk meningkatan keterampilan berbicara kelas III SDN Buring Kota Malang (2) meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas III Buring Kota Malang. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan prosedur (1) Perencanaan (2) Tindakan (3) Observasi dan Penilaian (4) Refleksi di setiap siklusnya. Instrumen pada penelitian berupa (1) Pedoman Observasi (2) Dokumentasi dan (3) soal-soal tes Subjek dalam penelitian ini siswa kelas III SDN Buring Kota Malang yang berjumlah 41. Orang terdiri atas 22 laki laki dan 19 perempuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan teknik bercerita dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan hasil penilaian bercerita siswa dari siklus I sebesar 56 10% bertambah menjadi 90 24% pada siklus II. Dan juga hasil belajar peningkatan keterampilan menggunakan teknik bercerita Sebelum tindakan nilai rata-rata siswa adalah 50 12. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I rata-rata nilai siswa mengalami peningkatan yaitu menjadi 75 59. Namun masih ada 18 siswa (43 90%) yang belum mencapai KKM. Berdasarkan refleksi pada siklus I maka dilakukan lagi tindakan pada siklus II.hasil belajar siswa pada siklus II menjadi 92 tetapi masih ada 4 siswa (10 81%) yang nilainya belum mencapai KKM. Hal itu menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal sudah mencapai 90 24%.