Skripsi
Peningkatan kemampuan kognitif melalui permainan ular tangga pada anak usia 5-6 tahun di TK Pertiwi Wlingi Kabupaten Blitar / Evi Widyastuti
Abstrak
ABSTRAK Widyastuti Evi.2016. Peningkatan Kemampuan Kognitif Melalui Permainan Ular Tangga pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Pertiwi Wlingi Kabupaten Blitar. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. M. Zainnudin M. Pd (2) Drs. Sunyoto S. Pd M. Si. Kata Kunci permainan ular tangga peningkatan kemampuan kognitif Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas B TK Pertiwi Wlingi Kabupaten Blitar ditemukan permasalahan ketika pelajaran berlangsung yaitu ketika anak disuruh menyebutkan angka yang diberikan oleh guru dari 15 anak dalam satu kelas hanya 3 anak (20%) yang mampu menyebutkan lambang bilangan yang ditunjukkan oleh guru sedangkan yang 4 anak (26 6%) bisa menyebutkan tapi dengan diarahkan dulu oleh guru dan yang 8 anak (53 3%) hanya diam dan tidak menjawab sama sekali. Kondisi ini mempengaruhi kesiapan kemampuan kognitif anak. Tujuan penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan penggunaan permainan ular tangga untuk meningkatkan kemampuan kognitif (2) mendeksripsikan peningkatan kemampuan kognitif anak kelompok B TK Pertiwi Wlingi Kabupaten Blitar dengan menggunakan permainan ular tangga. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) sebanyak 2 siklus. Pada setiap siklus meliputi perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian yaitu anak kelompok B TK Pertiwi Wlingi Kabupaten Blitar dengan jumlah 15 anak terdiri dari 4 laki-laki dan 11 perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi dilengkapi dengan dokumentasi foto. Teknik analisis data penelitian meliputi redukksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran pada kemampuan kognitif. Hal ini dapat diketahui dari hasil penelitian pada pra tindakan sebesar 20% meningkat pada penelitian siklus I pertemuan pertama memperoleh persentase ketuntasan sebesar 33 3%. Pada pertemuan kedua persentase ketuntasan hasil kemampuan kognitif meningkat menjadi 46 6%. Kemudian dilanjutkan pada siklus II pertemuan pertama meningkat menjadi 66 6%%. Pada pertemuan kedua meningkat menjadi 86 6% sehingga dapat dikatakan sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan ular tangga dapat meningkatkan kemapuan kognitif anak. Disarankan pada guru kelompok B untuk menggunakan permainan ular tangga dengan lebih bervariasi dan kreatif sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan koginitif anak.