Skripsi
Upaya meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan membuat karya seni dari kokasam kelompok B RA Muslimat NU 25 Sawojajr Malang / Nurul Latifah
Abstrak
ABSTRAK Latifah Nurul. 2016. Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Membuat Karya Seni Dari Bokasam Kelompok B RA Muslimat NU 25 Sawojajar Malang. Skripsi Prodi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. I Wayan Sutama M.Pd (II) Retno Tri Wulandari S. Pd M.Pd. Kata Kunci kemampuan motorik halus kegiatan membuat karya seni dari bokasam. Kemampuan motorik halus adalah keterampilan fisik untuk melakukan kegiatan yang melibatkan otot-otot kecil jari-jemari dan pergelangan tangan yang membutuhkan koordinasi mata dan tangan yang cermat. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan yang kontinu secara rutin.Bokasam adalah singkatan dari botol bekas air mineral yang merupakan limbah plastik. Kegiatan membuat karya seni dari bokasam meliputi kegiatan pengembangan keterampilan motorik halus anak dalam menggunting melipat dan menempel melalui proses membuat karya seni oleh anak yang akan menghasilkan sebuah hasil karya berbentuk cumi-cumi. Berdasarkan hasil observasi pada anak kelompok B RA Muslimat NU 25 Sawojajar diketahui bahwa kemampuan motorik halus anak masih kurang dan belum sesuai dengan harapan peneliti. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) sebanyak 2 siklus. Pada setiap siklus terdiri dari perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi dokumentasi dan wawancara. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah catatan lapangan pedoman observasi pedoman wawancara dan dokumen berupa foto pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membuat karya seni dari bokasam dilaksanakan dengan baik oleh guru dan anak sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncanakan. Persentase ketuntasan kelas dalam pembelajaran motorik halus anak dalam keterampilan menggunting melipat dan menempel melalui kegiatan membuat karya seni dari bokasam mengalami peningkatan dari pra tindakan ke siklus I sebesar 24% dan nilai rata-rata mencapai 69 9 sedangkan untuk siklus I ke siklus II persentase ketuntasan kelas meningkat sebesar 18% dan nilai rata-rata mencapai 80 05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan membuat karya seni dari bokasam dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B yang dilakukan oleh guru dan anak dengan baik dan sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncakan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Kegiatan membuat karya seni dari bokasam terbukti dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dalam keterampilan menggunting melipat dan menempel.