UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pemanfaatan besi sisa pembongkaran bangunan untuk digunakan sebagai tulanmgan utama beton ringan bertulang pada struktur balok skunder / Esa Frisiana Sanyoto

Sanyoto, Esa Frisiana - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Sanyoto Esa Frisiana. 2016. Pemanfaatan Besi Sisa Pembongkaran Bangunan untuk Digunakan sebagai Tulangan Utama Beton Ringan Bertulang pada Struktur Balok Sekunder. Skripsi Program Studi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Adjib Karjanto S.T. M.T. (II) Dr. Karyadi M.P. M.T. Kata kunci Besi Sisa Bongkaran Balok Sekunder Beton Ringan Kuat Lentur Balok Lendutan Balok. Berat sendiri beton normal menjadi salah satu masalah pada saat bangunan tersebut terkena beban gempa. Beton ringan memiliki berat jenis yang ringan sehingga dapat mengurangi beban bangunan itu sendiri. Seiring dengan berkembangnya teknologi konstruksi beton proses pembongkaran bangunan menghasilkan sisa bongkaran antara lain besi yang masih dapat digunakan kembali untuk bangunan lainnya. Peneliti akan melakukan pengujian eksperimental dari besi sisa bongkaran yang digunakan untuk balok sekunder beton ringan bertulang dibandingkan dengan perhitungan analitis ditinjau terhadap kapasitas lentur balok. Penelitian menggunakan tulangan utama diameter 10 mm dan diameter 12 mm. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui kuat tarik baja tulangan sisa pembongkaran bangunan (2) mengetahui kapasitas lentur balok beton ringan bertulang menggunakan tulangan utama sisa pembongkaran bangunan dibandingkan dengan perhitungan analitis (3) mengetahui perbandingan lendutan balok beton ringan bertulang menggunakan tulangan utama sisa pembongkaran bangunan dibandingkan dengan perhitungan analitis (4) mengetahui pola retak balok beton ringan bertulang menggunakan tulangan utama sisa pembongkaran bangunan. Nilai beban maksimum yang diterima balok beton ringan bertulang dalam menahan beban pada tipe BRD-10 secara eksperimen lebih rendah 40 91% dibandingkan dengan perhitungan analitis dengan hasil rerata eksperimen 11 74 KN dan analitis sebesar 19 87 KN. Sedangkan tipe BRD-12 secara eksperimen lebih tinggi 7 22% dibandingkan dengan perhitungan analitis dengan hasil rerata eksperimen 25 46 KN dan teoritis sebesar 23 62 KN. Lendutan balok beton ringan bertulang tipe BRD10 memiliki rata-rata lendutan sebesar 17 98 mm hasil tersebut lebih tinggi 87 26% dibandingkan dengan perhitungan analitis yakni sebesar 2 29 mm. Lendutan balok tipe BRD12 memiliki rata-rata lendutan sebesar 15 40 mm hasil tersebut lebih tinggi 84 67% dibandingkan dengan perhitungan analitis yakni sebesar 2 36 mm. Pola retak yang terjadi pada balok tipe BRD-10 dan BRD-12 memiliki dominan retak geser-lentur.


Informasi Detail
DDC
Rs 624.1834 SAN p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Teknik Sipil, 2016.
Deskripsi Fisik
xiii, 88 [75] hlm.; ill. , tab.; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
04548/KI/16
Edisi
Skripsi (Sarjana). Universitas Negeri Malang, 2016
Subjek
1. BETON
2. CONCRETE

Pembimbing
1. Adjib Karjanto ; 2. Karyadi
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik