Skripsi
Penerapan model discovery untuk meningkatkan pembelajaran IPA pada siswa kelas III SDN Bokor Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang / Irmawiherlina
Abstrak
ABSTRAK Irmawiherlina.2016. Penerapan Model DiscoveryUntukMeningkatkanPembelajaran IPA PadaSiswaKelas III SDN BokorKecamatanTumpang Kabupaten Malang.Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Guru SekolahDasar. JurusanKependidikanDasardanPrasekolah.FakultasIlmuPendidikan. UniversitasNegeri Malang.Pembimbing (I) Dra. Sri EstuWinahyu M.Pd (II) Drs. HeruAgusTriwidjaja M.Pd. Kata Kunci IlmuPengetahuanAlam Pembelajaran Model Discovery Dari hasilobservasidengan guru kelas III diperolehtemuanpembelajaran yang dilakukanoleh guru yaitudalamPembelajaran IPA guru sudahberusahauntukmengaktifkansiswadengancaramemberipertanyaan-pertanyaankepadasiswanamunsiswabelummerespondenganbaikdanaktivitassiswarendahterlihatdarisebagiansiswaterlihatpasif. Hal iniberdampakpadahasilbelajarmatapelajaran IPA rendahyaitu67.15 tidakmencapai KKM yang ditentukansekolahyaitu 70. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikanpenerapan model Discoverydalampembelajaran IPA kelas III SDN aktivitasbelajarsiswasaatpenerapan model Discoverydalampembelajaran IPA Kelas III hasilbelajarsiswasetelahpenerapan model Discoverydalampembelajaran IPA kelas III materienergigerak di kelas III. PenelitianinimenggunakanmetodePenelitianTindakanKelas yang dilakukandalamduasiklus.Dalamsetiapsiklusada 2x pertemuandantiappertemuanterdiridari 4 tahapyaituperencanaan tindakan observasidanrefleksidenganpendekatankualitatif. Subjekpenelitianadalahsiswa yang berjumlah 37 siswayang terdiridari 15 siswalaki-lakidan 22 siswaperempuan.Teknikpengumpulan data adalahobservasi tesdandokumentasi. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwapenerapan model Discovery di kelas III dapatdilaksanakansesuaidenganperencanaan. Terbuktidarikesesuaianlangkah-langkahpembelajaranguru denganRencanaPelaksanaanPembelajaran model Discoverypadasiklus I memperolehskor 80 tampakmengalamipeningkatanpadasiklus II denganskor 87 demikian pula denganaktivitasdanhasilbelajarsiswa yang telahmeningkatsetelahmenggunakan model Discovery. Denganskor rata-rata keberhasilanaktivitassiswapadasiklus 1 memperolehskor 59 padasiklus II memperolehskor 68 Untukhasilbelajarsiswapadasiklus 1 mendapatskor rata-rata 67.15 sedangkanpadasiklus II meningkatmenjadi 87.81 BerdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwapenerapanDiscoverydapatmeningkatkanpembelajarandenganditandaimeningkatnyaaktivitasdanhasilbelajarsiswa.PadapenerapanDiscoverymelibatkanaktivitassiswasecarapenuh sehinggamemerlukanpengelolaankelas yang terencana untukituapabila guru maumenerapkan model Discoverydisarankansebelummelaksanakanpembelajarandengan model Discovery sebaiknyadilakukanperencanaan yang matangterlebihdahuluuntukmenghindarikekacauandalamkelas.