Skripsi
Pengaruh kepuasan kerja dan keterlibatan kerja terhadap organizational citizenship behavior karyawan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Witel Jatim Selatan Malang / Yollanda Swagaretha Kayonatan
Abstrak
ABSTRAK Kayonatan Y. S. 2016. Pengaruh Kepuasan Kerja dan Keterlibatan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior Karyawan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. Witel Jatim Selatan Malang. Skripsi Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Agung Winarno M. M. (II) Lohana Juariyah S.E. M.Si. Kata Kunci Kepuasan Kerja Keterlibatan Kerja dan Organizational citizenship Behavior (OCB) OCB merupakan perilaku ekstra diluar tugas utama atau kewajiban karyawan yang dilakukan tanpa adanya paksaan perintah dan tanpa imbalan secara langsung yang didapatkan. Kepuasan kerja dan keterlibatan kerja menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya perilaku OCB pada diri karyawan. Oleh karena itu sebuah organisasi diharapkan selalu memperhatikan kepuasan kerja dan keterlibatan kerja karyawan. Karyawan yang memiliki kepuasan kerja dan ketelibatan kerja yang tinggi akan memberikan kontribusi lebih pada organisasinya. Berkaitan dengan perilaku ekstra yang dilakukan oleh karyawan perlu adanya evaluasi dan peningkatan tentang OCB maka dari itu diperlukan pembahasan mengenai faktor kepuasan kerja dan keterlibatan kerja yang dapat mempengaruhi OCB. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui deskripsi tentang Kepuasan Kerja Keterlibatan Kerja dan OCB karyawan (2) Untuk mengetahui apakah kepuasan kerja berpengaruh terhadap OCB karyawan (3) Untuk mengetahui apakah keterlibatan kerja berpengaruh terhadap OCB karyawan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang bersifat eksplanatori dengan metode pendekatan kuantitatif. Pupolasi dari penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Witel Jatim Selatan Malang dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 90 karyawan dengan menggunakan tehnik Proportionate Random Sampling yang dilakukan dengan teknik undian. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dengan instrumen berupa angket atau kuesioner kemudian data yang diperoleh diolah menggunakan program SPSS 16.0 for Windows. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kepuasan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap OCB karyawan dapat dibuktikan dengan nilai signifikasi sebesar 0 000 (nilai signifikansi kurang dari 0 05) artinya H0 ditolak (2) Keterlibatan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap OCB karyawan dapat dibuktikan dengan nilai signifikasi sebesar 0 000 (nilai signifikansi kurang dari 0 05) artinya H0 ditolak. Hasil analisis data diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama tingkat kepuasan kerja karyawan termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan tingkat kepuasan tertinggi meliputi kepuasan kerja terhadap gaji yang diterima tepat waktu. Kedua tingkat keterlibatan kerja sebagian besar karyawan termasuk dalam kategori tinggi tingkat keterlibatan kerja tertinggi meliputi rasa keterlibatan kerja yang tinggi terhadap pekerjaan yang dilakukan. Ketiga tingkat OCB yang ditunjukkan oleh sebagian besar karyawan sudah termasuk dalam kategori sangat tinggi dengan rata-rata tertinggi meliputi kesediaan menghindari tindakan yang dapat merugikan orang lain. Keempat kepuasan kerja karyawan secara parsial berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap OCB karyawan. Kelima keterlibatan kerja karyawan secara parsial berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap OCB karyawan. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dijabarkan diatas sebaiknya manajemen organisasi lebih meningkatkan serta mengevaluasi tingkat keterlibatan kerja karyawan agar lebih baik lagi. Mendorong karyawan untuk memiliki keterikatan yang lebih antara karyawan dengan pekerjaannya misal dengan pemberian motivasi dari atasan agar selalu menumbuhkan sikap bahwa pekerjaan penting bagi harga diri mambantu karyawan untuk menemukan arti dan tujuan dari pekerjaannya dan membantu mendorong karyawan dalam hal sikap lebih mengutamakan pekerjaannya misal dengan pemberian pujian dan penghargaan pada karyawan yang menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu.