Skripsi
Identifikasi miskonsepsi siswa kelas X SMA Negeri di Kota Kediri pada materi ikatan kovalen menggunakan tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat / Lia Fatra Noer Layly
Abstrak
ABSTRAK Layly LiaFatra Noer. 2016. Identifikasi Miskonsepsi Siswa Kelas X SMA Negeri di Kata Kediri pada Materi Ikatan Kovalen Menggunakan Tes Diagnostik Pilihan Ganda Dua Tingkat. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs.Prayitno M.Pd. (II) Dr. Munzil M.Si. Kata Kunci miskonsepsi ikatan kovalen tes diagnostik pilihan ganda dua tingkat. Konsep dalam ilmu kimia terbagi kedalam tiga aspek yakni makroskopis mikroskopis dan simbolis yang ketiganya saling berhubungan satu sama lain. Jika siswa tidak mampu menghubungkan ketiga aspek tersebut dalam mempelajari ilmu kimia maka siswa akan mengalami kesulitan dalam pemahaman konsep atau dapat mengalami miskonsepsi.Miskonsepsi merupakan masalah utama dalam pembelajaran sains. Suatu miskonsepsi yang dipegang oleh siswa cenderung akan bertahan dalam waktu yang lama dan digunakan terus menerus terlebih jika konsep tersebut berakar dari pengalaman sehari-hari. Salah satu materi kimia yang sering mengalami miskonsepsi adalah materi ikatan kovalen. Pemahaman siswa terhadap konsep ikatan kovalen berpengaruh pada kebenaran pemahaman siswa mengenai materi selanjutnya karena konsep dalam ilmu kimia berjenjang dan saling berhubungan. Salah satu instrumen yang efektif untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada siswa adalah instrumen diagnostik pilihan ganda dua tingkat. Berdasarkan uraian tersebut peneliti bertujuan melakukan penelitian untuk mengetahui konsep-konsep pada materi ikatan kovalen yang mengalami miskonsepsi dan tingkat persentasenya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptif dengan populasi penelitiannya adalah enam SMA Negeri di Kota Kediri. Teknik sampling kelas yang digunakan adalah teknik sampling bertingkatdengan jumlah sampel 175 siswa.Instrumen soal yang digunakan berjumlah 32 butir soal dengan 2-3 alternatif jawaban disertai 4 alasan. Langkah yang dilakukan dalam menyusun instrumen diagnostik pilihan ganda dua tingkat adalah (1) menentukan cakupan konsep (2) melakukan kajian literatur miskonsepsi (3) menyusun dan menyebarkan tes terbuka (4) penyusunan dan validasi instrumen diagnostik pilihan ganda dua tingkat. Hasil tes diagnostik dan wawancara dianalisis secara deskriptif. Miskonsepsi yang dialami siswa ditentukan dari kekonsistenan jawaban salah siswa pada soal sejenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan miskonsepsi pada siswa kelas X SMA Negeri di Kediri pada sembilan sub topik materi ikatan kovalen sebanyak 16 miskonsepsi diantarnya sebanyak 38 8% siswa menganggap bahwa senyawa kovalen harus tersusun atas unsur non logam dengan unsur non logam sebanyak 37 7% siswa menganggap bahwa elektron total adalah jumlah dari elektron valensi sebanyak 33 1% siswa menganggap bahwa pada suhu 100oC dan tekanan 1 atm ikatan kovalen pada motekul air terputus sehingga molekul H2O berubah kembali mejadi molekul-molekul diatomik penyusunnya yaitu molekul H2 dan molekul O2 dan sebanyak 22 3% siswa menganggap bahwa atom oksigen pada OCl2 memiliki 2 PEI sehingga bentuk molekulnya linier.