Skripsi
Analisis 16s rDNA bakteri penghasil keratinase MD24 serta studi pengaruh suhu dan penambahan ion Ca2+ terhadap aktivitas keratinase selama penyimpanan / Amalia Permatasari
Abstrak
ABSTRAK Permatasari A. 2016. Analisis 16S rDNA Bakteri Penghasil Keratinase MD24 serta Studi Pengaruh Suhu dan Penambahan Ion Ca2 Terhadap Aktivitas Keratinase selama Penyimpanan. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Suharti S.Pd. M.Si. (II) Eli Hendrik Sanjaya S.Si. M.Si. Kata Kunci 16S rDNA aktivitas enzim ion Ca2 keratinase Isolat MD24 merupakan bakteri penghasil keratinase yang sudah diidentifikasi secara fenotip sebagai Bacillus licheniformis. Analisis secara fenotip dapat memberikan kesimpulan yang kurang tepat sehingga diperlukan analisis genotip untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih baik. Keratinase yang dihasilkan oleh isolat MD24 membutuhkan substrat keratin untuk memproduksi enzim. Dalam penelitian ini bulu ayam digunakan sebagai sumber keratin karena jumlahnya melimpah di Indonesia. Aktivitas enzim keratinase dari ekstrak kasar yang dihasilkan oleh isolat MD24 untuk mendegradasi bulu ayam utuh masih relatif rendah. Aktivitas ekstrak kasar menurun secara signifikan setelah inkubasi selama 24 jam. Aktivitas keratinase dilaporkan dapat meningkat dengan penambahan ion Ca2 . Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan spesies isolat MD24 dengan metode analisis bioinformatika terhadap urutan nukleotida dari 16S rDNA (2) menentukan pengaruh suhu dan penambahan ion Ca2 terhadap aktivitas keratinase selama penyimpanan. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu (1) analisis bioinformatika terhadap urutan nukleotida dari 16S rDNA untuk menentukan spesies isolat MD24 dan (2) penentuan pengaruh suhu dan penambahan ion Ca2 terhadap aktivitas keratinase selama penyimpanan. PCR dan sequencing terhadap isolat MD24 dilakukan oleh Macrogen Inc. Korea Selatan. Hasil sequencing dicocokkan dengan gen pengkode 16S rRNA dari mikroba lain yang terdaftar di GenBank. Urutan nukleotida berbagai macam bakteri tersebut dijajarkan dan dibuat pohon filogenetik. Aktivitas ekstrak kasar keratinase ditentukan dengan mengukur tirosin bebas yang diproduksi permenit menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 280 nm. Pengaruh penambahan ion Ca2 terhadap aktivitas keratinase diamati berdasarkan hasil uji aktivitas selama 3 hari berturut-turut terhadap 9 sampel yang memiliki variasi suhu dan konsentrasi ion Ca2 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat MD24 memiliki kemiripan 91% terhadap Bacillus pumilus strain SAFR-032 dan menempati cabang terdekat dengan bakteri tersebut pada pohon filogenetiknya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa isolat MD24 bukan Bacillus licheniformis seperti hasil analisis fenotip. Hasil uji menunjukkan bahwa aktivitas ekstrak kasar keratinase dapat dipertahankan dengan penambahan ion Ca2 5 mM pada suhu 37 oC selama 3 hari masa penyimpanan.