Skripsi
Tenth graders\' grammatical errors in writing self-introduction paragraphs: a case study in SMA Negeri 6 Malang / Linggar Sari
Abstrak
ABSTRAK Sari Linggar. 2016.Tenth Graders Grammatical Errors in Writing Self-Introduction Paragraphs A Case Study in SMA Negeri 6 Malang. Skripsi Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Utari Praba Astuti M. A. (II) Prof. Dr. Nur Mukminatien M. Pd. Kata kunci kesalahan tata bahasa kesalahan paragraf perkenalan diri Menulis paragraf perkenalan diri merupakan kompetensi dasar pertama yang harus dikuasai oleh siswa kelas X di semester pertama. Berdasarkan silabus Bahasa Inggris Kurikulum 2013 siswa kelas X tidak dapat melanjutkan mempelajari kompetensi selanjutnya jika mereka belum dapat menulis paragraf perkenalan diri dengan benar. Mereka telah mempelajari materi tersebut pada saat mereka berada di kelas VII sekolah menengah pertama. Karena itulah para siswa seharusnya telah mendapatkan pemaparan materi yang cukup tentang ungkapan yang digunakan pada paragraf perkenalan diri. Namun ternyata mereka masih mengalami kesulitan dan membuat beberapa kesalahan pada paragraf yang mereka tulis. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesalahan tata bahasa yang paling sering muncul dan beberapa faktor yang mempengaruhi siswa kelas X Bahasa dan Budaya SMA Negeri 6 Malang dalam membuat kesalahan tata bahasa saat menulis paragraf perkenalan diri. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan sampel hasil tulisan siswa dan wawancara pada enam siswa sebagai responden untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mereka dalam membuat kesalahan. Hasil kesalahan tata bahasa dianalisis dan diklasifikasikan menggunakan Surface Strategy Taxonomy oleh Dulay. Terdapat 117 kesalahan tata bahasa yang ditemukan pada hasil tulisan siswa. Jenis kesalahan tata bahasanya terdiri dari omission addition misformation dan misordering. Kesalahan yang paling sering muncul adalah misformation yang muncul sebanyak 53 kali (45 30%) diikuti oleh omission yang muncul sebanyak 50 kali (42 74%). Kemudian addition yang muncul sebanyak 13 kali dari total keseluruhan kesalahan (11 11%). Yang terakhir adalah misordering yang hanya terdapat pada satu kalimat dalam tulisan siswa (0 85%). Beberapa faktor yang mempengaruhi siswa dalam membuat kesalahan diperoleh dari hasil tulisan siswa dan hasil wawancara. Dari hasil tersebut diperoleh empat faktor yaitu pengaruh antar bahasa ibu dan bahasa Inggris pengaruh di dalam bahasa Inggris konteks pembelajaran dan strategi komunikasi. Pengaruh dari bahasa ibu dan ketidakmampuan dalam membedakan pola kalimat pada bahasa Inggris terjadi karena para siswa masih kurang dalam hal praktik penggunaan bahasa. Faktor dari konteks pembelajaran terjadi karena guru belum menjelaskan materi dalam menggunakan bentuk jamak. Dari faktor strategi komunikasi para siswa melakukan kesalahan karena mereka menyebutkan hobi dan sesuatu yang mereka suka secara lebih rinci. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa membutuhkan praktik yang cukup untuk memahami penggunaan tata bahasa dan mengurangi pengaruh bahasa ibu. Para guru Bahasa Inggris diharapkan dapat mengoptimalkan pembelajaran tata bahasa dalam proses belajar mengajar. Guru harus memastikan bahwa semua materi telah dijelaskan pada seluruh siswa.