Skripsi
Pembelajaran bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Program In-Country di Fakultas sastra Universitas Negeri Malang tahun 2015/2016 / Ismi Bilkis Mauludiyah
Abstrak
ABSTRAK Mauludiyah Ismi Bilkis. 2016. Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Program In-Country di Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Tahun 2015/2016. Skripsi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Gatut Susanto M.M. M.Pd (II) Drs. Pidekso Adi M.Pd. Kata kunci pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Program In-Country perencanaan pelaksanaan evaluasi. Pembelajaran BIPA merupakan komponen integral dalam proses penyelenggaraan Program In-Country secara keseluruhan. Program In-Country merupakan program implementasi kerja sama Universitas Negeri Malang dengan perguruan tinggi Walailak University untuk penyelenggaraan pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia yang diperuntukkan bagi mahasiswa Walailak University di Universitas Negeri Malang sejak 2009. Pembelajaran BIPA di Program In-Country berkaitan dengan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi yang dilakukan oleh pengajar dalam pembelajaran di kelas dan tutor dalam pembelajaran tutorial. Berkaitan dengan itu maka diperlukan pembahasan mengenai perencanaan pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran BIPA yang dilakukan oleh pengajar dan tutor untuk mengenalkan lebih dalam mengenai pembelajaran BIPA kepada masyarakat luas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif. Subjek penelitian adalah pengajar BIPA dan tutor BIPA. Objek penelitian ini adalah pembelajaran BIPA di Program In-Country Universitas Negeri Malang tahun 2015/2016. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik wawancara digunakan untuk memperoleh data primer tentang apa saja yang dilakukan oleh pengajar dan tutor dalam pembelajaran BIPA di Program In-Country mulai dari perencanaan pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran BIPA. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tambahan yang mendukung data primer. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kualitatif model interaktif dari Milles dan Michael Huberman yang terdiri dari tiga jalur kegiatan yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil paparan data dan temuan penelitian didapatkan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama pengajar dan tutor melakukan perencanaan pembelajaran. Namun terdapat beberapa kendala terkait perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh tutor. Kedua pelaksanaan pembelajaran dilakukan oleh pengajar dan juga tutor. Pengajar bertugas melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan sistem team teaching di dalam kelas sedangkan tutor bertugas memajankan materi yang didapatkan pebelajar dari pengajar di kelas melalui kegiatan pembelajaran tutorial di luar kelas. Ketiga evaluasi pembelajaran dilakukan pengajar untuk mengetahui perkembangan belajar dan keberhasilan pembelajaran. Untuk mengetahui perkembangan hasil belajar pengajar melakukan evaluasi proses berupa koreksi langsung koreksi sesama teman dan tes yang diadakan setiap 2 minggu sekali. Sedangkan untuk melihat hasil belajar pebelajar pengajar melakukan evaluasi dengan melakukan tes di akhir pembelajaran dan penilaian menggunakan rubrik penilaian. Wujud tes yang diadakan terdiri dari tes tulis dan tes lisan (presentasi). Aspek yang dievaluasi meliputi aspek mendengarkan berbicara membaca dan menulis. Sedangkan tutor tidak melakukan kegiatan evaluasi kepada pebelajar. Berdasarkan hasil penelitian tentang pembelajaran BIPA di Program In-Country tahun 2015/2016 diperoleh pembahasan sebagai berikut (1) perencanaan pembelajaran BIPA yang mengacu pada komponen pembelajaran BIPA telah dilakukan oleh pengajar dan tutor sebelum pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan (2) pelaksanaan pembelajaran BIPA yang dilakukan oleh pengajar dan tutor merupakan operasionalisasi dari perencanaan pembelajaran sehingga komponen pembelajaran yang telah disusun dalam perencanaan pembelajaran tidak dapat dilepaskan dan saling terkait (3) evaluasi pembelajaran oleh pengajar kepada pebelajar dilakukan melalui evaluasi proses dan hasil yang ditujukan untuk mengontrol prestasi belajar pebelajar BIPA dan menilai pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Simpulan penelitian yang didapatkan yakni pengajar melakukan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran berdasarkan komponen-komponen pembelajaran BIPA. Sedangkan tutor membantu pengajar melalui kegiatan pembelajaran tutorial sehingga tutor yang merupakan mahasiswa UM melakukan kegiatan perencanaan yang fleksibel dan melaksanakan pembelajaran tutorial sesuai dengan prosedur tanpa melakukan evaluasi terhadap pebelajar. Evaluasi pembelajaran BIPA merupakan tugas yang dilakukan oleh pengajar di kelas. Hal tersebut menimbulkan beberapa problematika berikut. (a) menentukan topik dan materi yang akan dipajankan (b) menentukan objek tutorial (c) menentukan teknik pembelajaran tutorial (d) tidak sepenuhnya paham dengan tugas dan peranannya sebagai tutor (e) menentukan aktifitas yang akan dilakukan untuk melatihkan atau memajankan materi (f) kurang efektifnya pertemuan tutor dengan pengajar dan koordinator tutor. Berdasarkan problematika dalam perencanaan pembelajaran tersebut berikut saran untuk beberapa pihak. Saran untuk pengajar BIPA yakni perlu adanya koordinasi antara pengajar dan tutor yang lebih intensif dan menyediakan waktu dan menyesuaikan dengan jadwal tutor sebagai mahasiswa aktif UM. Bagi tutor BIPA yakni diharapkan lebih giat hadir memaksimalkan dan memanfaatkan dengan baik pertemuan antar tutor dengan pengajar dan koordinator tutor. bagi koordinator tutor diharapkan untuk lebih memaksimalkan koordinasi yang dilakukan secara lebih efektif. Bagi pengelola BIPA diharapkan melakukan kontrol secara berkala terhadap pihak-pihak terkait pembelajaran BIPA di Program In-Country merekrut pihak-pihak terkait yang berasal dari lulusan paket BIPA di jurusan Sastra Indonesia.