Skripsi
Motif batik daun singkong di sanggar batik Magenda Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso / Waliyatul Mardliyah
Abstrak
ABSTRAK Mardliyah Waliyatul. 2016. Motif Batik Daun Singkong Di Sanggar Batik Magenda Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Rupa Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani M.Pd (II) Drs. Sumarwahyudi M. Sn. Kata Kunci Motif Batik Daun Singkong Magenda Bondowoso Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu kabupaten yang terkenal sebagai produsen tape. Tape sendiri berasal dari tumbuhan singkong. Tumbuhan Singkong selain sebagai pengganti nasi juga dipergunakan sebagai motif batik yaitu motif batik daun singkong. Batik daun singkong ini dianggap sebagai batik khas Bondowoso. Salah satu industri batik khas Bondowoso yaitu Sanggar Batik Magenda yang terletak di Kecamatan Tamanan. Batik Magenda ini telah ditetapkan sebagai seragam PNS Kabupaten Bondowoso. Untuk itu ingin mengkaji lebih dalam dengan tujuan mendeskripsikan motif batik daun singkong di Sanggar Batik Magenda meliputi penciptaan motif dan visualisasi motif warna dan pengubahan bentuk. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis kualitatif yang disajikan dalam bentuk ungkapan maupun gagasan yang utuh dengan cara melihat secara langsung visualiasi motif batik daun singkong dan proses pembuatan batik. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi secara langsung kepada pengrajin batik daun singkong di Sanggar Batik Magenda. Analisis data yang digunakan dengan cara deskripsi analisis formal interpretasi dan evaluasi. Dalam kemudian untuk menjaga keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber.Wawancara dan observasi berlokasi di Jln. Sukowono Selatan Polsek Tamanan Kabupaten Bondowoso. Hasil penelitian ini diperoleh simpulan mengenai motif batik daun singkong yaitu ide penciptaan motif batik ini hasil dari ide kreativitas pengrajin yang mengambil ide dari keadaan geografis sekitar Kabupaten Bondowoso. Ide tersebut kemudian diolah dan dikembangkan dengan mengubah bentuk asli dari motif dengan menstilasi dan mendeformasikan bentuk tersebut. Motif yang terdapat disanggar Batik Magenda yaitu Motif Daun Singkong Stroberi Air Motif Daun Singkong Kupu-Kupu Motif Daun Singkong Obor Motif Daun Singkong Sulur Motif Daun Singkong Gerbong Maut Motif Daun Singkong Blue Fire dan Motif Daun Singkong Sengon. Ketujuh motif tersebut terbentuk rata-rata menggunakan motif utama daun singkong. Motif pendukung yaitu sulur dan isen yaitu cecek-cecek sawut dan galaran. Warna yang digunakan warna cerah pada bagian latar dan warna gelap pada bagian motif. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat untuk bekal calon pendidik Seni Budaya dan Prakarya sehingga pendidik dapat melibatkan kekayaan motif daerah setempat sebagai materi mengajar seni budaya di sekolah serta disarankan supaya pengrajin terus kreatif dalam mengembangkan ide penciptaan motif agar memperkaya budaya daerah kabupaten Bondowoso.