Skripsi
Face saving act in Barack Obama\'s first and second presidential campaign and inaugural speeches / Fifi Leliana Gusmandani
Abstrak
ABSTRAK Gusmandani Fifi Leliana 2016. Face Saving Act in Barack Obama s First and Second Presidential Campaign and Inaugural Speeches. Skripsi Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Suharyadi S.Pd. M.Pd. (II) Aulia Apriana S.S. M.Pd. Kata Kunci tindak penyelamatan wajah pidato kampanye pemilihan presiden Obama pidato pelantikan presiden Obama Tindakan penyelamatan wajah adalah bagian dari strategi pragmatis yang dapat diterapkan dalam pidato sebagai salah satu cara bagi pembicara dalam menyelamatkan citra dirinya di depan khalayak dan mengurangi kemungkinan ancaman bagi wajahnya. Didalam tulisan Brown Levinson (1978 1987) tentang model tindak penyelamatan wajah wajah adalah sesuatu yang berkaitan dengan citra diri publik dimana setiap individu ingin mengklaimnya bagi diri mereka sendiri yang terdiri dari aspek negatif dan positif. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui model strategi tindak penyelamatan wajah yang digunakan oleh Obama dalam pidatonya di masa jabatan pertama dan keduanya serta ingin melihat lebih dalam apakah ada persamaan atau perbedaan dalam tindakan penyelamatan wajah yang diterapkan oleh Obama dalam kedua masa jabatannya. Desain penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang mencoba untuk menafsirkan dan merumuskan pola strategi tindakan menyelamatkan muka yang diterapkan oleh Barack Obama dalam pidato-pidatonya. Data untuk penelitian ini adalah tiga pidato terakhir Obama dalam kampanye kepresidenannya sebelum pemilu dan pidato pelantikannya dari masa jabatan pertama dan keduanya. Data dalam penelitian ini berupa transkrip yang diambil dari sebuah website secara online http //presidentialrhetoric.com/. Proses menganalisis data dimulai dari mengumpulkan data yang diikuti dengan mengelompokkan data berdasarkan teori pada Bab I menganalisis mendiskusikan temuan dan kemudian menarik kesimpulan. Dari proses analisis data dapat dilihat bahwa strategi tindakan penyelamatan muka yang paling banyak digunakan oleh Obama adalah penggunaan kata ganti jamak we yang muncul sebanyak tujuh puluh dua kali dalam pidato kampanye kepresidennya dan dua puluh dua kali dalam pidato pelantikannya. Selain itu strategi tindakan penyelamatn muka yang paling banyak digunakan oleh Obama pada pidato-pidato dimasa jabatan keduanya adalah penggunaan kata ganti tunggal ganti I yang digunakan delapan puluh kali dalam pidato kampanye kepresidennya dan dua kali dalam pidato pelantikannya. Selain itu di samping perbedaan penggunaan kata ganti jamak dan tunggal dalam pidato-pidatonya pada masa jabatan pertama dan keduanya dapat dilihat bahwa frekuensi kemunculan dan jenis strategi yang digunakan oleh Obama dalam pidato dimasa jabatan pertamanya lebih banyak dari masa keduanya. Sebagai contoh frekuensi kemunculan untuk muka positif pada pidatonya dimasa jabatan pertamanya adalah sebanyak seratus enam puluh delapan sementara dimasa jabatan keduanya adalah seratus dua puluh enam. Selain itu frekuensi kemunculan untuk muka negatif pada pidatonya dimasa jabatan pertamanya adalah empat belas kali sementara dalam pidato periode keduanya hanya muncul empat kali. Berdasarkan hasil diskusi dari data yang diambil dapat disimpulkan bahwa penggunaan kata ganti jamak we oleh Obama dalam pidato periode pertamanya dipandang sebagai upaya untuk mengklaim solidaritas dan mengurangi kesenjangan antara dirinya dan masyarakat. Di sisi lain Obama cenderung menggunakan kata ganti tunggal I dalam pidato-pidatonya pada periode jabatan kedua. Penggunaan kata ganti I bisa dipandang sebagai salah satu langkah untuk menunjukkan bahwa dia adalah seorang individu yang independen dimana ia memiliki kebebasan untuk bertindak dan bebas dari intervensi pihak lain. Dengan demikian berdasarkan dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan kata ganti personal dapat digunakan sebagai strategi implisit untuk mengambil perhatian khalayak untuk membuat mereka bersedia memberikan suara mereka untuk Obama. Sebagai hasil dari penggunaan strategi tersebut Obama dapat memenangkan kedua periode pemilihan presiden Amerika. Namun hasil dari penelitian ini masih butuh untuk lebih dikembangkan oleh mahasiswa linguistik dalam menganalisis fenomena ini. Mudah-mudahan penelitian ini dapat menjadi pemicu bagi siswa untuk melakukan penelitian yang lebih baik dan lebih dalam guna memberikan kontribusi terhadap pemahaman teori tentang tindakan penyelamatan wajah pada isu-isu bidang-bidang dan wacana lainnya .