Skripsi
Pengaruh latihan aerobik interval dan kontinyu terhadap IL-6 serum tikus DM induksi streptozotocin / Wega Bagus Setiawan
Abstrak
ABSTRAK Setiawan Wega Bagus. 2016. Pengaruh Latihan Aerobik Interval dan Kontinyu terhadap IL-6 Serum Tikus DM Induksi Streptozotocin. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) dr. Rias Gesang Kinanti M.Kes (2) Dr. Slamet Raharjo S.Pd M.Or. Kata Kunci Diabetes Melitus Latihan Interval Latihan Kontinyu Kadar IL-6 Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang secara genetik dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan interval dan kontinyu terhadap jumlah IL-6 tikus diabetes mellitus induksi streptozotocin. yakni kontrol latihan aerobik interval dan latihan aerobik kontinyu. Penelitian ini adalah penelitian experimental laboratories. Adapun rancangan penelitian yang digunakan adalah Random Control Group Posttest Only Design. Sampel dalam penelitian ini adalah tikus putih jenis Rattus Norwegicus Strain Wistar. Jumlah tikus yang digunakan sebagai sampel menggunakan subjek sesuai dengan kriteria WHO yang minimal menggunakan 5 ekor tikus pada setiap kelompok sehingga subjek penelitian yang digunakan peneliti adalah 5 ekor tikus Wistar dengan 5 ekor sebagai cadangan sehingga totalnya ada 30 ekor tikus dengan masing-masing kelompok adalah 10 tikus. Pengambilantikusdiambilsecara randomsedangkanpembagiantikus dilakukandengancara matching . Kelompok latihan aerobik interval (5%-15% total berat badan) dan kelompok latihan aerobik kontinyu (2%-5% total berat badan). Latihan dilakukan 3 kali seminggu selama 8 minggu waktu latihan dilakukan pada pukul 17.00 WIB. Pengukuran jumlah IL-6 dilakukan dengan metode ELISA sedangkan analisis data menggunakan uji beda anava dengan taraf signifikansi 0 01. Hasil analisis data antara latihan aerobik interval dan kontinyu yaitu F 276 533 P value 0 000 maka dapat disimpulkan bahwa jumlah P value 0 000 0 01 yang artinya H1 diterima dan data kadar IL-6 menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dilihat dari perlakuan yang diberikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latihan interval dan kontinyu mempunyai pengaruh yang sama terhadap jumlah IL-6 namun kecenderungan penurunan lebih besar kelompok kontinyu. Hal itu disebabkan karena intensitas kelompok kontinyumenggunakan intensitas moderat.