Skripsi
Identifikasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan tes pisa pada aspek kimia untuk siswa SMA Negeri kelas X di Kota Malang / Azizah Fitrianingsih
Abstrak
ABSTRAK Fitrianingsih Azizah. 2016. Identifikasi Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Tes PISA pada Aspek Kimia untuk Siswa SMA Negeri Kelas X di Kota Malang. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Prayitno M.Pd (II) Prof. Dra. Sri Rahayu M.Ed. Ph.D. Kata Kunci PISA kesulitan siswa Dewasa ini penguasaan literasi sains merupakan salah satu tujuan pembelajaran IPA termasuk kimia. Untuk mengukur literasi sains siswa OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) melakukan penilaian secara internasional dengan program yang disebut PISA (Programme for International Student Assessment). Namun peringkat siswa Indonesia dalam kemampuan literasi sains pada PISA masih berada pada urutan bawah dan setiap periodenya tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Kimia yang merupakan bagian dari sains dapat memberikan kontribusi dalam profil pencapaian literasi sains Indonesia dalam PISA. Mengetahui kesulitan siswa dalam menjawab soal PISA pada materi kimia dapat memberikan informasi diagnostik yang bermanfaat dalam pembuatan kebijakan untuk peningkatan mutu pendidikan dan dapat digunakan sebagai acuan untuk perbaikan diri siswa jika menemui soal-soal yang serupa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa yang berusia 15-16 tahun (siswa SMA Negeri Kelas X di Kota Malang) dalam menyelesaikan tes PISA pada aspek kimia dan kemungkinan-kemungkinan penyebabnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah (1) mengkaji aspek kimia yang terdapat dalam tes PISA (2) menyusun instrumen penelitian (3) mengumpulkan data penelitian dengan tes tertulis yang diadaptasi dari tes PISA dan mengisi angket (4) melakukan analisis data penelitian dan (5) melaporkan hasil pembahasan penelitian yang telah dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) profil capaian siswa pada aspek kimia dalam tes PISA tergolong rendah dengan rata-rata nilai yang diperoleh siswa adalah 48 (2) tingkat kesukaran soal kimia pada tes PISA didominasi oleh soal-soal dalam kategori sedang (66%) kemudian soal dalam kategori sukar (22%) dan soal dalam kategori mudah (12%) (3) siswa mengalami kesulitan berkaitan dengan kompetensi sains dalam menjelaskan fenomena secara ilmiah mengidentifikasi isu/masalah sains dan menggunakan bukti-bukti ilmiah (4) persepsi siswa tentang kesulitan siswa dalam menyelesaikan tes PISA di antaranya adalah (i) siswa belum pernah mendapatkan materi sesuai dengan materi yang ditanyakan pada soal PISA (ii) model soal yang diujikan oleh guru berbeda dengan soal yang diujikan dalam PISA (iii) dalam soal PISA terdapat istilah-istilah kimia yang belum diajarkan pada anak usia 15-16 tahun.