Skripsi
Pengembangan instrumen asesmen berpikir kritis dalam pembelajaran materi termokimia untuk SMA kelas XI / Dea Amanda
Abstrak
ABSTRAK Amanda Dea. 2016. Pengembangan Instrumen Asesmen Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Materi Termokimia untuk SMA Kelas XI. Skripsi. Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Pembibing (1) Dr. Fauziatul Fajaroh M.S (2) Drs. H. Parlan M.Si. Kata kunci berpikir kritis asesmen termokimia. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Berpikir kritis ini penting untuk dikembangkan atau ditingkatkan dalam pembelajaran sains termasuk dalam pembelajaran kimia. Namun fakta di lapangan menunjukkan masih banyak ditemukan pembelajaran yang tidak menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis melainkan cenderung mengkondisikan peserta didik untuk menghafal dan menyerap informasi secara pasif. Selain itu pengukuran keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran kimia juga masih jarang dilakukan. Oleh karena itu diperlukan suatu instrumen untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan tingkat validitas dan reliabilitas yang memadai. Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini mengacu pada lima tahap pertama dari model research and development Borg dan Gall yang terdiri atas penelitian dan pengumpulan informasi perencanaan pengembangan draf produk uji produk awal (uji terbatas) dan revisi hasil uji coba. Draf produk yang dihasilkan terdiri dari 21 soal pilihan ganda dan 9 uraian divalidasi konstruk untuk mengetahui kesesuaian instrumen dengan aspek berpikir kritis sebelum dilakukan uji coba terbatas kepada siswa SMA kelas XI. Uji coba dilakukan terhadap 30 siswa untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen yang telah dikembangkan. Berdasarkan hasil validasi konstruk oleh tiga validator diperoleh nilai rata-rata sebesar 94 4% dengan kriteria sangat layak sehingga instrumen asesmen yang dikembangkan sudah sesuai untuk pengukuran kemampuan berpikir kritis. Hasil dari uji coba terbatas dan analisis butir soal diperoleh 16 soal pilihan ganda dan 9 soal uraian valid dengan reliabilitas tinggi. Oleh karena itu instrumen asesmen berpikir kritis pada materi termokimia ini layak diterapkan dalam pembelajaran untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa.