UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Bentuk penyajian tokoh Patrajaya di Sanggar Wayang Topeng Galuh Candra Kirana Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang / Diah Mega Wijayanti

Wijayanti, Diah Mega - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Wijayanti Diah Mega. 2016. Bentuk Penyajian Tokoh Patrajaya Di Sanggar Galuh Candra Kirana Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. AAG Rai Arimbawa M.Sn Pembimbing (II) Rully A. Zandra M.Sn M.Pd. Kata Kunci patrajaya bentuk penyajian Patrajaya merupakan salah satu tokoh dalam wayang topeng Malang yang penarinya dituntut mempunyai pengalaman dan skill yang menunjang berupa pengetahuan tentang pemahaman gerak tari musik gamelan gendhing dan vokal. Kemahiran Patrajaya dalam membangun suasana panggung pertunjukan menjadikan kehadirannya sangat dinanti oleh penonton. Patrajaya dalam wayang topeng Malang mempunyai peran ganda yaitu sebagai penari dan pelawak.Patrajaya merupakan satu-satunya tokoh yang dapat berdialog selain itu dalang yang berdialog. Semua kemahiran Patrajaya diaplikasikan secara langsung pada saat pertunjukan wayang topeng sedangkan tokoh lain tidak demikian. Sehingga tokoh Patrajaya dikenal sebagai tokoh yang multitalenta yang tidak semua orang bisa memerankan tokoh ini. Penelitian ini menggunakan konsep bentuk penyajian yang difokuskan pada tokoh Patrajaya di sanggar wayang topeng Galuh Candra Kirana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan dengan observasi wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data direduksi disajikan dan didiskusikan dengan teori bentuk penyajian untuk ditarik kesimpulan. Hasil penelitian bentuk penyajian tokoh Patrajaya di sanggar wayang topeng Galuh Candra Kirana meliputi gerak tata busana tata rias properti musik iringan tari pola lantai panggung dan dialog. Gerak tari tokoh Patrajaya terdiri dari gerak baku dan pengembangan yang disesuaikan kemapuan penari bersifat sederhana dan terdapat repetisi gerak busana Patrajaya di Jambuwer masih kental dengan tradisi dan sederhana mewakili karakteristik tokoh topeng yang digunakan tokoh Patrajaya sudah mewakili tata rias. Topeng sampur dan gongseng merupakan properti yang digunakan Patrajaya musik iringan tari terdiri dari tiga gendhing yaitu gendhing Polo Ganjur Gong-Gong Mino Thek danCakra Negara. Pola lantai yang digunakan mengikuti alur dramatisasi panggung yang digunakan termasuk jenis panggung arena dan pada dialog menggunakan dua bahasa Indonesia dan Jawa. Saran bagi seniman yaitu penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi untuk pengembangan dan pelestarian kesenian wayang topeng Malang dan bagi peneliti selanjutnya adalah untuk berfokus pada (1) penamaan gendhing (2) pola gendhing (3) hubungan Patrajaya dan gendhingCakra Negara dan (4) tokoh Gunungsari.


Informasi Detail
DDC
Rs 791.53 WIJ b
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, 2016.
Deskripsi Fisik
x, 118 lembar : ill. , tab.; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
04654/KI/16
Edisi
Skripsi (Sarjana). Universitas Negeri Malang, 2016
Subjek
1. WAYANG
2. PUPPETRY

Pembimbing
1. AAG Rai Arimbawa ; 2. Rully A Zandra
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik