UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Peran orang tua dalam mengembangkan bakat khusus anak usia dini di PAUD se-Kecamatan Sukun Kota Malang / Widhea Citra Dewani

Dewani, Widhea Citra - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Dewani Widhea Citra. 2016. Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Bakat Khusus Anak Usia Dini di PAUD Se-Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Sucipto M.S Pembimbing (2) Drs. H. Imam Hambali M. Pd Kata Kunci Peran orang tua Bakat khusus anak usia dini Mengembangkan bakat anak usia dini Tingkat perkembangan kecerdasan otak anak sejak lahir hingga usia 6 tahun mencapai 50%. Pada usia 0-6 tahun disebut juga masa golden age atau usia keemasan karena di usia ini anak mampu menyerap setiap rangsangan dengan cepat. Jika orang tua menyia-nyiakan kesempatan pada usia emas ini artinya mereka telah kehilangan satu momen yang sangat baik untuk memberikan landasan bagi pendidikan anak sehingga anak kehilangan kesempatan untuk mengasah potensi mereka. Oleh sebab itu peran pendidikan orang tua terhadap anak sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan kreativitas anak. Seorang anak yang sejatinya telah memiliki bakat atau potensi tertentu jika tidak diasah dengan latihan atau diberikan rangsangan-rangsangan maka anak tersebut tidak akan mampu memelihara bakatnya apalagi mengembangkannya. Tujuan penelitian ini ialah (1) mendeskripsikan bakat khusus yang dimiliki anak usia dini (2) mendeskripsikan peranan orang tua dalam menumbuh kembangkan bakat anak usia dini (3) mendeskripsikan hambatan yang dialami orang tua dalam mengembangkan bakat anak usia dini (4) mendeskripsikan keberhasilan orang tua dalam mengembangkan bakat anak usia dini. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara dengan responden yang berjumlah 50 orang dari populasi seluruh orang tua anak didik dari 5 PAUD yang ada di Kecamatan Sukun Kota Malang kemudian dibagi 5 cluster sebagai berikut Sukun Utara Sukun Selatan Sukun Tengah Sukun Barat dan Sukun Timur dan di setiap cluster diambil 1 PAUD menggunakan sistem random. masing-masing PAUD di ambil 10 orang responden menggunakan teknik proporsif berdasarkan pendapat pendidik di PAUD tersebut. Kesimpulannya adalah (1) dari 50 orang responden 60% anak memiliki bakat seni musik 38% anak memiliki bakat seni tari 60% bakat seni lukis/gambar 38% anak memiliki bakat olah raga air 64% anak memiliki bakat olah raga darat 60% anak memiliki bakat olah raga otak 78 anak memiliki bakat berhitung 74% anak memiliki bakat menghafal atau mengingat 80% anak memiliki bakat berbahasa dan 84% anak memiliki bakat berekspolasi (2) dalam mengembangkan bakat anak 22% orang tua mengikutkan anak les bakat seni 12% orang tua mengikutkan anak les bakat olah raga 20% orang tua mengikutkan anak les bakat sains/akademik 74% orang tua melatih sendiri bakat seni anak di rumah 12% orang tua melatih bakat olah raga anak di rumah 88% orang tua melatih bakat sains/akdemik anak di rumah (3) kesulitan orang tua dalam mengembangkan bakat anak yaitu anak kurang percaya diri dalam menunjukan bakatnya di depan umum dan beberapa anak anak malas untuk berlatih di rumah ketika ia kelelahan setelah mengikuti les bakat atau kegiatan pengembangan bakat di sekolah (4) orang tua berhasil dalam mengembangkan bakat anak ketika anak mampu menampilkan bakatnya di depan umum. 36% anak pernah mengikuti lomba atau pentas di bidang seni 12 anak pernah mengikuti pentas atau lomba di bidang olah raga 8% anak pernah mengikuti lomba atau olimpiade di bidang sains/akademik. Saran penelitian ini ialah agar orang tua lebih bijak dalam menyikapi bakat atau potensi yang dimiliki anak. Diusia emas anak ini adalah saat yang tepat untuk orang tua melatih dan mengembangkan bakat anak. Jika beberapa orang tua tidak mengikutkan anak untuk les bakat paling tidak orang tua melatih sendiri bakat anak atau mengikutkan kegiatan pengembangan bakat di sekolah. Tidak dibenarkan jika orang tua memaksa kehendak anak untuk anak dapat menguasai suatu bidang bakat. Untuk melatih kepercayaan diri anak orang tua dapat memberikan motivasi kepada anak salah satunya dengan menunjukkan video-video anak berbakat agar anak terdorong kemauannya untuk menampilkan bakatnya di depan umum.


Informasi Detail
DDC
Rs 372.210879 DEW p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, 2016.
Deskripsi Fisik
x, 119 lembar: ill., tab.; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
04658/KI/16
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang. 2016
Subjek
1. PENDIDIKAN ANAK USIA DINI - BAKAT
2. EARLY CHILDHOOD EDUCATION - TALENT

Pembimbing
1. Sucipto; 2. Imam Hambali
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik