Skripsi
Pengaruh variasi arus las smaw terhadap kekerasan dan kekuatan tarik pada sambungan SS 304 dan ST 37 / Muhammad Yogi Nasrul Lizzam
Abstrak
ABSTRAK Lizzam M. Yogi Nasrul. 2016. Pengaruh Variasi Arus Las SMAW Terhadap Kekerasan dan Kekuatan Tarik pada Sambungan SS 304 dan ST 37. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Heru Suryanto S.T M.T. (II) Drs. H. Abdul Qolik M.M. M.Pd. Kata Kunci arus listrik las SMAW sambungan SS 304 dan ST 37 kekuatan tarik kekerasan Proses penyambungan logam dengan pengelasan sudah sering diaplikasikan dalam industri fabrikasi salah satunya adalah pengelasan beda jenis logam. Pengelasan beda jenis logam (Dissimilar Metal Welding) adalah suatu proses pengelasan yang dilakukan pada dua logam atau paduan logam yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui pengaruh antara variasi arus terhadap kekerasan sambungan SS 304 dan ST 37 (2) mengetahui pengaruh antara variasi arus terhadap kekuatan tarik sambungan SS 304 dan ST 37 (3) mengetahui pengaruh antara variasi arus terhadap struktur mikro sambungan SS 304 dan ST 37 (4) mengetahui pengaruh antara variasi arus terhadap struktur makro sambungan SS 304 dan ST 37. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan jenis pendekatan kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Pengujian kekerasan menggunakan 9 titik yang berjajar dan 1 titik di weld metal pengujian tarik menggunakan standar spesimen uji tarik sambungan JIS Z 2201 1981. Pengamatan struktur mikro dan makro masing-masing diamati dengan foto dan digunakan sebagai pendukung hasil uji kekerasan dan kekuatan tarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap penambahan arus menunjukkan peningkatan nilai kekerasan di daerah weld metal akan tetapi mengalami penurunan di HAZ (Heat Affected Zone). Hasil uji kekerasan tertinggi pada weld metal dimiliki oleh spesimen dengan variasi arus 80 ampere dikarenakan struktur mikro mempunyai dendritik yang lebih banyak dan untuk hasil uji kekerasan rata-rata tertinggi pada HAZ dimiliki oleh spesimen dengan variasi arus 60 ampere. Hasil kekuatan tarik las dengan perlakuan pengelasan pada semua variasi arus lebih besar dari raw material ST 37 dan lebih rendah dari raw material SS 304.Nilai kekuatan tarik optimal pada spesimen dengan perlakuan pengelasan terdapat pada arus 70 ampere sebesar 51 656 kg/mm2. Pada penelitian ini menegaskan bahwa nilai kekerasan mempunyai hubungan dengan struktur mikronya semakin besar arus maka akan merubah struktur mikronya menjadi butiran besar. Nilai kekuatan tarik mempunyai hubungan dengan hasil uji struktur makronya semakin besar arus maka akan semakin ulet dan semakin besar arus akan menimbulkan retakan las akibat tegangan yang terjadi.