Skripsi
Hubungan status akreditasi sekolah dan kualitas sekolah di Sekolah Dasar (SD) se Kota Batu / Charisma Dewi Setiyaningsih
Abstrak
ABSTRAK Setiyaningsih Charisma Dewi. 2016. Hubungan Status Akreditasi Sekolah dan Kualitas Sekolah di Sekolah Dasar (SD) Negeri Kota Batu. Jurusan Administasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. Achmad Supriyanto M.Pd M.Si (2) Dr. Asep Sunandar S.Pd M.AP Kata kunci status akreditasi sekolah kualitas sekolah Proses penyelenggaraan pendidikan mencakup banyak hal yang berhubungan dengan pelayanan peserta didik seperti kurikulum sarana prasarana pengelolaan sumber daya manusia dan sebagainya. Seiring berjalannya waktu pemerintah mulai menetapkan standar kualitas pendidikan melalui Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kualitas pendidikan dapat dilihat dari akreditasi sertifikasi dan penjamin kualitas pendidikan. Pemerintah melakukan akreditasi untuk menilai kelayakan program atau satuan pendidikan. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah juga menetapkan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 29 Tahun 2005. Selanjutnya prosedur pelaksanaan akreditasi sekolah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 29 Tahun 2005. Akreditasi sekolah juga berguna untuk menjamin layanan publik dengan memberikan sekolah yang berkualitas yang dapat diketahui melalui akreditasi sekolah. Akreditasi dapat dikatakan sebagai evaluasi diri sekolah karena dalam penilaian akreditasi sekolah harus memenuhi beberapa standar kriteria yang sudah ditentukan sesuai undang-undang. Kualitas diartikan sebagai gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan oleh pelanggan. Jadi dapat disimpulkan kualitas sekolah adalah nilai atau ukuran baik dan buruk tempat penyelenggaraan pendidikan. Tujuan akreditasi adalah untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan selanjutnya akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) tingkat akreditasi sekolah (2) tingkat kualitas sekolah (3) hubungan antara status akreditasi sekolah dengan kualitas sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuntitatif denga teknik korelasional. Penelitian ini mengungkapkan dua variabel penelitian. Variabel (X) adalah status akreditasi sekolah dengan variabel terikat (Y) kualitas sekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah sejumlah 65 sekolah. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik area sampling karena lokasi penelitian yang sangat luas sehingga perlu dibagi dalam 3 wilayah. Untuk menguji kelayakan instrumen menggunakan uji validitas product moment pearson dan reliabilitas alpha cronbach analisis data penelitian ini menerapkan teknik korelasi Spearman Rank. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa (1) Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Batu yang status akreditasi A sebanyak 26%. Jumlah sekolah dengan status akreditasi B sebanyak 26% dan jumlah sekolah dengan status akreditasi C sebanyak 3% (2) Hasil perhitungan nilai rata-rata untuk variabel kualitas sekolah adalah sekolah pada kategori kualitas tinggi sebanyak 60% sekolah pada kategori kualitas sedang 40% dan sekolah dengan kategori kualitas rendah 0% dan (3) Terdapat hubungan antara status akreditasi sekolah dengan kualitas sekolah namun sifat hubungannya rendah. Faktor lain yang mempengaruhi kualitas sekolah yaitu bergantung pula pada kualitas guru serta kualitas sarana dan prasarana bukan hanya pada status akreditasi sekolah. Saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut (1) Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Batu hendaknya lebih memperhatikan pemenuhan standar nasional pendidikan terutama dalam hal kelengkapan dokumen terkait dengan kurikulum dan pemenuhan kebutuhan peserta didik seperti kelengkapan sarana dan prasarana sekolah (2) Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Batu hendaknya lebih meningkatkan kerjasama dengan sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas sekolah seperti peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah dan bantuan untuk sekolah dalam menyusun kelengkapan dokumen sekolah (3) Mahasiswa Administrasi Pendidikan hendaknya dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan rujukan untuk matakuliah Manajemen Mutu Pendidikan (4) Peneliti lain hendaknya dapat mengembangkan hasil penelitian ini karena dalam penelitian ini masih ada keterbatasan. Pengembangan hasil penelitian dapat dengan menambahkan variabel seperti kepuasan peserta didik kualitas layanan sekolah dan kinerja guru di sekolah.