Skripsi
Pengembangan video pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran penataan produk SMK kelas XI Program Keahlian Manajemen Pemasaran SMK Negeri 1 Malang / Zainur Rokhman
Abstrak
ABSTRAK Rokhman Zainur. 2016. Pengembangan Video Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Penataan Produk SMK Kelas XI Program Keahlian Manajemen Pemasaran SMK Negeri 1 Malang. Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Wening Patmi Rahayu S.Pd. M.M (2) Dr. Suwarni M.Si. Kata Kunci Video Pembelajaran Hasil Belajar Media pembelajaran terutama dalam bentuk video merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran. SMK Negeri 1 Malang memiliki cukup fasilitas untuk menerapkan pembelajaran dengan menggunakan video pembelajaran yaitu sudah tersedia LCD dan komputer dalam ruang laboratorium pemasaran. Namun pada kenyataannya fasilitas tersebut kurang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Hal ini menyebabkan suasana situasi belajar menjadi monoton dan membosankan sehingga siswa cenderung pasif dan kurang memperhatikan ketika belajar. Untuk membantu peran guru dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi SOP Penataan Barang Dagangan penelitian ini akan mengembangkan video pembelajaran mengenai materi SOP Penataan Barang Dagangan. Penelitian pengembangan ini memodifikasi model pengembangan dari Borg and Gall yang disesuaikan dengan keadaan lapangan keterbatasan waktu tenaga dan biaya yaitu mengambil sembilan langkah yang meliputi (1) pengumpulan informasi (2) perencanaan (3) pengembangan produk (4) validasi produk (5) revisi hasil validasi (6) uji coba lapangan terbatas (7) revisi uji coba lapangan terbatas (8) uji coba lapangan luas (9) produk akhir. Berdasarkan validasi dari ahli media 1 dan 2 serta ahli materi diperoleh persentase sebesar 81% 93% dan 80% dimana jumlah tersebut menunjukkan bahwa video pembelajaran sangatvalid/sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Dalam ujicoba terbatas didapat hasil persentase sebesar 89% yang berarti media pembelajaran yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan dalam ujicoba lapangan luas. Sedangkan hasil dari Uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0 000 0 05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan eksperimen. Perbedaan tersebut juga dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil belajar kedua kelas. Kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata post-test lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata post-test kelas kontrol yaitu 86 47 73 75. Dalam penggunaan video pembelajaran SOP Penataan Barang Dagangan ini pengguna disarankan untuk memahami cara pengoperasian video pembelajaran SOP Penataan Barang Dagangan ini terlebih dahulu sehingga pembelajaran dapat dilakukan secara optimal.