Skripsi
Pelaksanaan pelatihan keterampilan pijat massage pada tunanetra di Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang / Rian Firmansyah
Abstrak
ABSTRAK Firmansyah Rian. 2016. Pelaksanaan Pelatihan Keterampilan Pijat Massage Bagi Tunanetra di Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Cacat Netra (UPT RSCN)Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ahmad Mutadzakir M.Pd (II) Dr. Ellyn Sugeng Desyanty S.Pd. M.Pd. Kata kunci Pelaksanaan Pelatihan Keterampilan Pijat Massage Pelatihan keterampilan pijat massagemerupakan kegiatan bimbingan keterampilan melalui pijat massage yang diberikan kepada tunanetra (klien) selama proses rehabilitasi di UPT RSCN Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk membuka peluang dalam memberikan ruang gerak dalam lingkungan sosial sehingga lebih berperan aktif dalam kehidupan masyarakat guna mencapai pemenuhan hidup dan penghidupannya melalui pengembangan bakat dan minat serta semua potensi yang dimilikinya. Kegiatan pelatihan keterampilan pijat massage ini dilaksanakan secara terjadwal dengan model bimbingan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui (1) pelaksanaan pelatihan keterampilan pijat massageyang diselenggarakan oleh UPT RSCN Malang (2) kendala/hambatan yang dialami oleh instruktur selama pelaksanaan pelatihan dan (3) solusi/usaha yang dilakukan oleh instruktur dalam mengatasi kendala/hambatan yang dialami oleh instruktur selama pelaksanaan pelatihan. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di UPT RSCN Malang. Sumber data dari penelitian ini adalah klien (peserta pelatihan) instruktur staff bagian pemroses data staff bagian penyedia sarana dan Metode pengumpulan data menggunakan wawancara observasi dan studi dokumentasi. Prosedur analisis data terdiri dari pengorganisasian data yang menghasilkan unit atau fail membaca dan membuat catatan-catatan yang menghasilkan catatan-catatan berdasarkan lintas pertanyaan mendeskripsikan dan mengklasifikasikan data menafsirkan data (memaknai data) dan penyajian serta visualisasi data. Kemudian untuk pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber perpanjangan kehadiran penelitian dan mengkonsultasikan kepada dosen pembimbing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) proses pelaksanaan pelatihan keterampilan pijat massagedi UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra Malang dibagi menjadi dua tahap yaitu pra pelaksanaan dan pelaksanaan. Untuk pra pelaksanaan para klien sebelumnya harus mengikuti kegiatan rehabilitasi awal seperti Activity Daily Living (ADL) Baca Tulis Braile (BTB) Orientasi Mobilitas (OM) dan Olahraga. Setelah itu baru bisa mengikuti kegiatan pelatihan keterampilan salah satunya adalah keterampilan pijat massage. Pada tahap pelaksanaan ini para klien diberikan materi seputar massagedan materi pendukungnya fisiologi anatomi dan pathologi. Materi pendukung inilah yang membuat pelatihan massage semakin detail dan lengkap. Metode pembelajaran yang dilakukan oleh instruktur yaitu ceramah saat menyampaikan materi secara teori di kelas dan metode latihan dan praktik saat menyampaikan materi praktik memijat massage. Dengan strategi bimbingan individu dan kelompok. Media pembelajaran yang digunakan yaitu alat peraga (boneka otot dan boneka tulang) stilus dan reglet serta hearing it. Alat peraga ini berfungsi memudahkan klien untuk memahami bentuk-bentuk otot dan tulang stilus dan reglet berfungsi sebagai alat bantu menulis tunanetra dan hearing it sebagai alat bantu pendengaran bagi tuanetra yang memiliki pendengaran lemah. Sarana dan prasarana yang diperlukan selama pelaksanaan pelatihan keterampilan pijat massageterdapat Gedung Lokal Massage sebagai tempat untuk melakukan praktik massage krim massagemerupakan krim pengoles tubuh sebelum dilakukan pijat massageagar kulit tidak sakit dan mengelupas handuk/celana pendek yang digunakan sebagai penutup daerah vital. Instruktur yang mengajar dalam pelatihan keterampilan massage merupakan pegawai tetap yang memiliki sertifikat dari hasil diklat massagedan mendapatkan surat tugas dari Kepala UPT RSCN Malang. Dalam pelaksanaan pelatihan keterampilan pijat massage para instruktur menyampaikan materi dengan terbuka. Mulai dari membebaskan bertanya dan selalu memotivasi klien agar memiliki kesadaran dan semangat dalam bimbingan latihan keterampilan pijat massage (2) Kendala/hambatan yang dialami oleh instruktur selama pelaksanaan pelatihan keterampilan pijat massageyaitu kemampuan klien tempat praktik massage perbedaan bahasa dan kondisi fisik klien (3) solusi dan usaha yang dilakukan oleh instruktur dalam mengatasi hambatan selama pelaksanaan pelatihan keterampilan pijat massage yaitu bimbingan individu dan memotivasi. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diajukan sebagai berikut (1) untuk Staff bagian penyedia sarana pemroses data terkait dengan pelatihan keterampilan pijat massage yaitu memperbaiki pola seleksi klien saat tahap pra pelaksanaan dan memisahkan (tidak satu gedung) antara laki-laki dan perempuan khsusnya saat materi praktik massage. Kemudian untuk instruktur saat menyampaikan materi kepada klien lebih detail lagi dan mendalami soal teori belajar orang dewasa (andragogi) serta memberikan tambahan materi tentang penggunaan teknologi komunikasi (2) untuk Jurusan Pendidikan Luar Sekolah bisa melakukan kerja sama dengan Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Dalam hal pendidikan dan pelatihan yang melibatkan warga belajar disabilitas (tunanetra). Selain itu UPT RSCN Malang dapat digunakan sebagai tempat pembelajaran dan menerapkan ilmu pengetahuan tentang ke-PLSan. Terutama dibidang pendidikan dan pelatihan keterampilan serta pekerja sosial (3) untuk peneliti lain disarankan agar melakukan penelitian lebih mendalam mengenai permasalahan instruktur dalam mengajar klien saat pelatihan keterampilan pijat massagedan menggali makna dari perspektif alumni klien yang pernah mengikuti pelatihan keterampilan pijat massage.