Skripsi
Tindak asertif guru SDLB dalam kegiatan belajar mengajar / Dellania Zulkarnain
Abstrak
ABSTRAK Zulkarnain Dellania. 2015. Tindak Asertif Guru SDLB dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Anang Santoso M.Pd. (II) Dr. Gatut Susanto M.M M.Pd Kata Kunci tindak asertif kegiatan belajar mengajar Tindak asertif merupakan salah satu jenis tuturan yang berisi informasi untuk melakukan sesuatu yang direncanakan dan dilaksanakan oleh penutur kepada lawan tuturanya. Tuturan ini sering sekali dituturkan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menyampaikan materi. Selain itu dalam lingkup SDLB Autisme Lab UM tindak asertif juga dituturkan dalam arahan lain kepada siswa dalam bentuk program khusus atau terapi. Dalam kurun terakhir ini peneliti menyadari penelitian yang menyentuh tindak asertif guru khususnya para pengajar di sekolah dasar luar biasa masih sangat kurang. Berkaitan dengan itu maka diperlukan pembahasan mengenai tindak asertif guru sekolah dasar luar biasa tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup bentuk tindak asertif fungsi tindak asertif dan daya ekspresif dalam tindak asertif guru sekolah dasar luar biasa. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang berupa transkrip dari tuturan guru ini diperoleh melalui rekam audio dalam kegiatan belajar mengajar. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik rekam catat. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yakni manusia atau peneliti itu sendiri. Untuk menjaga keabsahan data maka dilakukan model alur yang mencakup pengumpulan data reduksi data penataan dan klasifikasi data dan identifikasi data. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama bentuk tindak asertif yang digunakan dalam tuturan guru SDLB Lab Autisme UM ada lima bentuk yakni bentuk berita positif lima bentuk berita negatif dua bentuk tanya retorik satu bentuk tanya biasa dan dua bentuk tanya klarifikasi atau konfirmasi. Kedua fungsi tindak asertif guru terdiri enam fungsi. Fungsi tersebut masing-masing adalah fungsi menyatakan memberitahukan fungsi menyarankan fungsi mengeluh fungsi menegaskan dan fungsi menceritakan kembali. Ketiga daya ekspresif dalam tindak asertif guru terdiri dari dua fungsi komunikatif yang meliputi menyalahkan sesuatu dan memuji sesuatu. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk dan fungsi tindak asertif guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan instrumen peneliti rekam dan catatan lapangan. Peneliti mengklasifikasikan tindak asertif guru ke dalam 3 bagian yaitu bentuk tindak aserif fungsi tindak asertif dan daya tindak asertif. Masing-masing dianalisis sesuai dengan bentuk tindak tutur fungsi tuturannya dan daya dalam tindak asertif. Hasil dari penelitian ini guru lebih banyak menggunakan tindak asertif bentuk berita dan fungsi memberitahukan. Peneliti juga menemukan sedikitnya penggunaan fungsi tuturan mengeluh daya direktif menyuruh dan setaranya daya ekspresif memuji dan meyalahkan.