UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Identifikasi letak kesulitan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajkar siswa kelas X IPA SMA Negeri 4 Malang pada materi ikatan kimia / Na\'ilah Fauziyah

Fauziyah, Na'ilah - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Fauziyah Na ilah. 2016. Identifikasi Letak Kesulitan dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar Siswa Kelas X IPA SMA Negeri 4 Malang Pada Materi Ikatan Kimia. Skripsi Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang Pembimbing (1) Dra. Dedek Sukarianingsih. M.Pd. M.Si. (2) Dr. Nazriati. M.Si. Kata kunci identifikasi kesulitan belajar ikatan kimia Konsep-konsep dalam ilmu kimia saling berkaitan antara satu dengan yang lain dan memiliki karakter yang berjenjang mulai dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. Salah satu materi pelajaran kimia yang diajarkan pada siswa kelas X adalah ikatan kimia. Siswa harus memiliki pemahaman yang utuh dalam materi ikatan kimia karena materi ikatan kimia merupakan pondasi untuk materi kimia selanjutnya seperti termokimia dan asam basa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pemahaman konsep siswa kelas X IPA SMAN 4 Malang (2) Mengidentifikasi kesulitan siswa kelas X IPA SMAN 4 Malang (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa pada materi ikatan kimia. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA SMAN 4 Malang yang terdiri dari 64 siswa kelas X F2 dan X G2. Subjek penelitian adalah siswa yang diduga mengalami kesulitan yang memiliki rata-rata nilai UH ikatan kimia rendah yang dipilih secara selektif dengan teknik purposie sampling. Penjaringan data menggunakan instrumen tes angket dan wawancara (triangulasi data). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat pemahaman konsep siswa pada materi ikatan kimia berdasarkan masing-masing konsep yang diukur (a) Persentase siswa yang memahami konsep kestabilan unsur sebesar 47 5% dengan kategori rendah (b) Persentase siswa yang memahami konsep struktur Lewis sebesar 34 3% dengan kategori rendah (c) Persentase siswa yang memahami konsep ikatan ionik sebesar 46 7% dengan kategori rendah (d) Persentase siswa yang memahami konsep ikatan kovalen sebesar 42 5% dengan kategori rendah (e) Persentase siswa yang memahami konsep ikatan kovalen koordinasi sebesar 40 7% dengan kategori rendah (f) Persentase siswa yang memahami konsep ikatan kovalen polar-nonpolar sebesar 43% dengan kategori rendah (g) Persentase siswa yang memahami konsep ikatan logam sebesar 42 2% dengan kategori rendah. (2) Kesulitan-kesulitan yang dialami siswa (a) Pada konsep kestabilan unsur adalah menentukan elektron valensi pada suatu konfigurasi suatu atom unsur menentukan molekul yang tidak memenuhi kaidah oktet dan menentukan ion yang memenuhi kaidah duplet (b) Pada konsep struktur Lewis adalah menggambarkan struktur Lewis kation menggambarkan struktur Lewis anion menggambarkan struktur Lewis senyawa ionik dan menggambarkan struktur Lewis senyawa kovalen (c) Pada konsep ikatan ionik adalah menjelaskan ciri-ciri ikatan ionik menjelaskan definisi ikatan ionik menentukan konfigurasi elektron suatu ion menjelaskan proses terbentuknya ikatan ionik dan menentukan ciri-ciri yang dapat membedakan ikatan ionik dan ikatan kovalen (d) Pada konsep ikatan kovalen adalah menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen menjelaskan definisi ikatan kovalen dan menentukan senyawa yang memiliki ikatan kovalen tunggal rangkap dua dan rangkap tiga (e) Pada konsep ikatan kovalen koordinasi adalah menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi dan menentukan senyawa yang memiliki ikatan kovalen koordinasi (f) Pada konsep ikatan kovalen polar-nonpolar adalah menentukan senyawa yang memiliki ikatan kovalen polar berdasarkan data keelektronegatifan dan momen dipol dan menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen polar (g) Pada konsep ikatan logam adalah menjelaskan definisi ikatan logam menentukan ikatan yang terbentuk pada atom-atom Fe menjelaskan ikatan logam yang paling kuat sesuai data yang diberikan dan menentukan sifat fisik pada ikatan ionik ikatan kovalen dan ikatan logam. (3) Faktor yang dominan penyebab kesulitan belajar materi ikatan kimia adalah faktor rendahnya kemampuan pendisiplinan diri untuk belajar (55 32%) faktor rendahnya kemampuan siswa memahami soal bertingkat (41 49%). dan tidak adanya teman diskusi atau kelompok belajar siswa (45 74%). Saran yang diberikan dari hasil penelitian ini adalah (1) Perlu dilakukan upaya untuk menghubungkan pemahaman siswa dan mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa agar mudah mempelajari materi ikatan kimia (2) Pembelajaran yang harus dilakukan harus membuat siswa memiliki pemahaman yang benar (3) Perlu adanya penelitian lain dengan kajian yang lebih mendalam dan subjek penelitian yang berbeda dan (4) Kepada peneliti lain untuk menyempurnakan instrumen penelitian dan metode yang digunakan.


Informasi Detail
DDC
Rs 551. 22407 FAU i
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Kimia, 2016.
Deskripsi Fisik
viii, 130 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
05141/KI/16
Edisi
Skripsi (Sarjana). Universitas Negeri Malang, 2016
Subjek
1. IKATAN KIMIA - PEMBELAJARAN
2. CHEMICAL BONDS - STUDY AND TEACHING

Pembimbing
1. Dedek Sukarianingsih ; 2. Nazriati
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik