Skripsi
Pengembangan buku ajar kimia SMA/MA pada materi termokimia untuk meningkatkan pemahaman peserta didik / Muchammad Darus
Abstrak
Darus Muchammad. 2016. Pengembangan Buku Ajar Kimia SMA/MA pada Materi Termokimia untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Oktavia Sulistina S.Pd. M.Pd. (II) Dr. H. Yahmin S.Pd. M.Si. Kata-Kata Kunci buku ajar termokimia kesulitan belajar konflik kognitif perubahan konsep Berdasarkan hasil penelitian terhadap hasil pembelajaran diperoleh fakta bahwa peserta didik mengalami kesulitan belajar dan miskonsepsi pada materi termokimia. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa peserta didik kesulitan tentang kalor kapasitas kalor energi ikatan q m.c. 8710 T dan Hukum Hess. Salah satu penyebab kesulitan dan miskonsepsi tersebut adalah bahan ajar. Bahan ajar yang selama ini digunakan hanya berupa susunan definisi dan ringkasan materi yang tidak memperhatikan kesulitan yang dialami peserta didik. Salah satu bahan ajar yang telah dapat mengatasi kesulitan belajar adalah buku ajar. Oleh karena itu dibutuhkan buku ajar yang dapat mengatasi kesulitan belajar dan miskonsepsi sehingga dapat membantu meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi termokimia. Berdasarkan masalah tersebut penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan buku ajar pada materi termokimia untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dan mengetahui kelayakannya dengan menggunakan validasi isi dan uji keterbacaan. Pada pengembangan buku ajar ini model pengembangannya mengadaptasi model penelitian dan pengembangan pembelajaran menurut Thiagarajan (1974) dengan modifikasi namun dibatasi hanya sampai tahap 3 yaitu tahap develop (tahap pengembangan). Data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berdasarkan skor angket yang disusun dalam skala Likert untuk menentukan kelayakan buku ajar. Kelayakan buku ajar dianalisis dengan cara menghitung persentase data kuantitatif. Data kualitatif berdasarkan komentar dan saran perbaikan (revisi) oleh validator ahli yaitu dosen kimia dan guru kimia terhadap buku ajar yang dikembangkan. Buku ajar disempurnakan dengan memperbaiki bagian-bagian yang perlu diperbaiki berdasarkan komentar dan saran para validator serta peserta didik. Hasil validasi buku ajar oleh seorang dosen dan dua guru kimia SMA menunjukkan rata-rata persentase kelayakan sebesar 90% (sangat valid). Hasil uji keterbacaan oleh sepuluh peserta didik menghasilkan persentase kelayakan sebesar 86% (sangat valid). Hasil validasi isi dan uji keterbacaan menunjukkan bahwa buku ajar termokimia sangat layak digunakan sebagai sumber belajar baik dalam pembelajaran di kelas maupun secara mandiri. Pengembangan buku ajar termokimia untuk meningkatkan pemahaman peserta didik hanya mengadaptasi model 4-D sampai tahap ketiga. Tahap keempat yaitu penyebarluasan (disseminate) belum dilakukan. Oleh karena itu disarankan untuk melakukan disseminate untuk membuktikan kefektifan buku ajar termokimia untuk meningkatkan pemahaman peserta didik.