Skripsi
Isolasi, karakterisasi, dan uji aktivitas antibakteri dari fraksi n-Heksana ekstrak aseton biji asam jawa (Tamarindus indica Linn) / Rangga Putra Pranika Perdana
Abstrak
ABSTRAK Perdana Rangga Putra Pranika. 2016. Isolasi Karakterisasi dan Uji Aktivitas Antibakteri dari Fraksi n-Heksana Ekstrak Aseton Biji Asam Jawa (Tamarindus indica Linn). Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Sutrisno M.Si. (II) Laurent Octaviana S.Pd. M.Si. Kata kunci antibakteri biji asam jawa ekstrak aseton Biji merupakan salah satu bagian organ tanaman asam jawa (Tamarindus indica Linn) yang relatif belum banyak dimanfaatkan dibandingkan bagian lain dari tanaman ini. Biji merupakan bagian penting dari suatu tanaman karena untuk keberlangsungan regenerasinya. Hal ini dikarenakan tanaman pada umumnya merupakan sumber informasi ketersediaan berbagai macam senyawa. Oleh sebab itu diduga di dalam biji asam jawa terkandung senyawa-senyawa kimia yang perlu digali untuk pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengisolasi komponen yang ada di dalam biji asam jawa khususnya fraksi n-heksana dari ekstrak aseton (2) mengkarakterisasi komponen hasil fraksinasi (3) mentransformasi minyak biji asam jawa menjadi metil esternya dan mengidentifikasi asam lemak penyusunnya dan (4) menentukan aktivitas antibakteri komponen hasil fraksinasi. Penelitian ini terdiri dari 5 tahap. Tahap 1 adalah preparasi sampel yang meliputi pengumpulan pengeringan dan pembuatan serbuk. Tahap 2 adalah isolasi komponen yang meliputi ekstraksi dan fraksinasi. Tahap 3 adalah karakterisasi yang meliputi wujud warna massa jenis indeks bias viskositas uji penyabunan uji ketidakjenuhan bilangan asam bilangan penyabunan dan bilangan iod. Tahap 4 adalah sintesis metil ester dan identifikasi senyawa penyusun hasil fraksinasi. Tahap 5 adalah uji aktivitas antibakteri. Isolasi yang dilakukan dengan metode maserasi dan fraksinasi dari fraksi n-heksana dalam ekstrak aseton biji asam jawa diperoleh zat cair sebagai minyak (trigliserida) berwarna kuning. Selanjutnya zat ini disebut sebagai minyak biji asam jawa. Minyak biji asam jawa ini mempunyai massa jenis 0 84 g.mL-1 indeks bias 1 472 (25 C) atau 1 470 (29 5 C) viskositas 62 32 cSt mengandung ikatan rangkap mempunyai bilangan asam 1 68 bilangan penyabunan 392 dan bilangan iod 54 61. Transesterifikasi minyak biji asam jawa menggunakan metanol dengan katalis asam sulfat menghasilkan metil ester. Metil ester dianalisis secara GC-MS untuk mengetahui asam lemak penyusun minyak biji asam jawa. Asam-asam lemak penyusunnya adalah asam dodekanoat (12 66%) asam tetradekanoat (5 17%) asam heksadekanoat (9 90%) asam 9 12-oktadekadienoat (38 68%) asam 11-oktadekenoat (19 93%) asam oktadekanoat (4 80%) asam 11-eikosenoat (0 76%) asam eikosanoat (1 55%) asam dokosanoat (2 01%) dan asam tetrakosanoat (4 54%). Minyak biji asam jawa tidak berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli karena memiliki diameter zona bening 6 mm (kategori tidak aktif).